RADAR JOGJA – Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menuturkan vaksinasi Covid-19 di sekolah mengadaptasi sistem zonasi. Berupa penentuan lokasi vaksinasi di satu sekolah. Kemudian beberapa sekolah dalam radius terdekat mengikuti vaksinasi di lokasi yang sama.

Dia mencontohkan lokasi vaksinasi di SMPN 8 Jogja. Para siswa dari sekolah dengan radius terdekat bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Khususnya para siswa tingkat SMP, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Iya skemanya akan seperti itu. Sekitar sekolah seperti zonasi. Contohnya SMPN 8 Jogja ini lokasinya, nanti sekolah terdekat seperti S

MPN 1 Jogja atau sekitar sini yang swasta juga bisa vaksin di sekolah ini (SMPN 8 Jogja),” jelas Emma Rahmi Aryani ditemui usai tinjauan vaksinasi siswa di SMPN 8 Jogja, Senin (19/7).

Kedepannya, Emma telah menyiapkan sejumlah sentra vaksinasi siswa SMP Kota Jogja. Seperti SMPN 5 Jogja, SMPN 6 Jogja, SMPN 9 Jogja, SMPN 15 Jogja, SMPN 16 Jogja. Adapula sekolah swasta seperti SMP Muhammadiyah 2 Jogja, SMP Islam Terpadu Abu Bakar dan SMP Stella Duce.

Dinkes Kota Jogja menargetkan setidaknya 24 ribu siswa SMP di Jogja mendapatkan vaksin Covid-19. Dengan target 1.000 vaksin perharinya. Target bisa bertambah sesuai dengan ketersediaan tenaga vaksinator.

“Arahannya 100 persen itu untuk siswa SMP. Ada 24 ribu kami sasar semua dan harapannya 17 Agustus selesai. Kalau SMA koordinasikan dengan provinsi dulu karena kewenangannya disana,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani.

Antusiasme para siswa untuk mendapatkan vaksin Covid-19 sangatlah tinggi. Mayoritas anak-anak ini diantar oleh orangtua dan walinya hingga gerbang sekolah. Sementara proses vaksinasi dijalani secara mandiri.

Siswi kelas VIII SMPN 8 Jogja Efielin Kayla memgaku antusias. Dia tak ingin melewatkan vaksinasi bagi siswa Kota Jogja ini. Walau begitu dia mengaku sempat takut sebelum menerima suntik vaksin.

“Awalnya deg-degan lihat jarum suntik, tapi ternyata enggak sakit. Ayo teman-teman jangan takut divaksin. Ini untuk memutus mata rantai persebaran covid,” ujar Emma Rahmi Aryani.

Salah satu siswa lainnya, Avrilla Nurul Aini, tak kalah antusias. Selain semangat mengikuti vaksin, siswi kelas VIII SMPN 8 Jogja ini juga ingin melihat sekolahnya. Maklum saja sejak awal pandemi, pembelajaran berlangsung secara daring.

Dia mengaku ingin sekolah segera menggelar pembelajaran tatap muka. Itulah mengapa anak berusia 13 tahun ini sangat antusias mengikuti vaksinasi Covid-19. Dengan adanya vaksin, dia berharap herd imunity di lingkungan sekolah segera terbentuk.

“Harapannya setelah vaksin bisa masuk sekolah lagi dan tidak ada klaster covid yang baru. Teman-teman ayo vaksin semua agar bisa masuk sekolah lagi dan Indonesia bebas Covid,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya