RADAR JOGJA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kulonprogo mendapat evaluasi dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan. Dari hasil evaluasi terhadap kabupaten paling barat di Jogjakarta ini mendapat indeks warna merah.

Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, indeks penurunan mobilitas di Kulonprogo masih masuk kategori warna merah. Artinya, tingkat mobilitas masyarakat di wilayah ini masih tinggi. Di mana dari awal penerapan PPKM Darurat 3 Juli hingga Selasa (13/7) penurunannya hanya berkisar 10-20 persen saja.

Sebagaimana diketahui, pada kegiatan evaluasi PPKM Darurat di masing-masing wilayah yang menerapkan, pemerintah pusat memberlakukan indeks pengukuran mobilitas masyarakat dengan warna. Hitam jika penurunannya kurang dari 10 persen, merah jika kurang dari 10 sampai 20 persen serta kuning jika penurunannya kurang dari 20 sampai 30 persen.

Namun demikian, lanjut Luhut, secara keseluruhan wilayah Jogjakarta sudah cukup bagus dalam hal tingkat penurunan mobilisasi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan adanya penurunan mobilitas sebanyak 20 persen, kemudian untuk tingkat cahaya lampu atau night light turun 36 persen.

“Cahaya lampu pada malam hari mengindikasikan bahwa masih terdapat banyaknya kegiatan di wilayah tersebut. Kalau Jogjakarta kami lihat terus membaik angkanya,” ujar Luhut dalam keterangannya (14/7).

Adanya evaluasi dari Menkomarves ini, Bupati Kulonprogo Sutedjo menyampaikan, pihaknya akan lebih berupaya menurunkan indeks warna mobilitas masyarakat. Sehingga apabila saat ini masuk kategori merah, diharapkan ke depan kabupaten ini bisa masuk warna kuning.

Dikatakan Sutedjo, dengan capaian indeks warna merah itu, menurutnya, juga merupakan hasil yang cukup bagus. Pasalnya, dari hasil evaluasi 3-4 hari sebelumnya Kulonprogo sempat masuk ke zona hitam.

Terkait upaya penurunan mobilitas masyarakat, Sutedjo menyatakan pihaknya rutin melakukan sosialisasi dan penertiban bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran aturan PPKM Darurat. Dalam upaya ini pemkab juga dibantu  unsur TNI dan Polri.

“Jadi memang dari evaluasi sebelumnya, 3-4 hari yang lalu kami masih hitam. Tetapi dengan apa yang bisa kami lakukan dalam dua hari terakhir ini, kami bisa mengubah dari hitam menjadi merah. Selanjutnya tinggal bagaimana mengubah dari merah menjadi kuning,” ungkap Sutedjo. (inu/laz)

Jogja Raya