RADAR JOGJA – Salah satu program pemerintah yang kini sedang digalakkan adalah vaksinasi Covid-19. Namun, capaian vaksinasi di DIJ justru menurun di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Kadarmanta Baskara Aji merinci, jika dihitung sepekan sebelum pelaksanaan PPKM Darurat, vaksinasi dengan capaian tertinggi sempat terjadi pada 30 Juni 2021. Angkanya sebesar 22.383 jiwa.

Sementara pada saat penerapan PPKM Darurat, capaian tertinggi dialami pada 7 Juli 2021, dengan cakupan vaksinasi sebanyak 17.969 jiwa per hari. “Rata-rata orang yang divaksin per hari selama masa PPKM Darurat adalah 12.478 orang,” terangnya kemarin (13/7).

Di hari kedua pelaksanaan PPKM Darurat, tepatnya 4 Juli, capaian vaksinasi sempat mencapai titik terendah yakni 1.859 jiwa. Namun beberapa hari setelahnya, grafik terus meningkat hingga 17.969 jiwa. Rinciannya 11.455 jiwa pada 5 Juli dan 13.907 jiwa pada 6 Juli.

Capaian vaksinasi kembali menurun pada 10 Juli, di mana hanya ada 2.770 orang tervaksin pada saat hari itu. Aji menjelaskan, kendala pelaksanaan vaksin disebabkan karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.

Di mana tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi vaksinator juga bertugas menangani pandemi Covid-19. Terlebih kasus Covid-19 di DIJ juga sedang mengalami lonjakan. “Nakes yang melakukan vaksin dan menangani Covid-19 itu sama. Jadi memang agak berat,” lanjut Aji.

Untuk itu, saat ini Pemprov DIJ sudah menggandeng institusi TNI dan Polri untuk membantu pelaksanaan vaksinasi. Keduanya dianggap memiliki SDM yang mumpuni untuk membantu upaya percepatan. “Kami dorong TNI dan Polri. Kan mereka punya tenaga-tenaga terdidik untuk itu (vaksinasi, Red),” terangnya.

Sementara itu, kasus positif Covid-19 di DIJ kembali memecahkan rekor. Kemarin (13/3) ada 2.731 kasus positif Covid-19 baru di provinsi ini. Sehingga total saat ini sudah ada 80.725 kasus positif Covid-19 di DIJ.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengakui, dalam beberapa hari terakhir pihaknya memang semakin gencar melakukan testing dan tracing. Apalagi ada anjuran dari Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan sampel dari 5 ribu menjadi 10 ribu per hari.

“Ya, di antaranya itu juga memang kami dianjurkan untuk melakukan tes yang lebih banyak. Jadi teman-teman di puskesmas mengoptimalkan testing dan tracing,” jelas Berty. (kur/laz)

Jogja Raya