RADAR JOGJA – Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kota Jogja akan dimatikan. Langkah ini untuk mengoptimalkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Konsep utamanya adalah agar tak ada kerumunan di sejumlah ruang publik.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menuturkan, kebijakan ini merupakan lanjutan dari pemadaman lampu PJU kawasan Malioboro. Hasilnya kerumunan di titik tersebut berkurang drastis. Selain adanya penutupan sejumlah ruas menuju pusat kota tersebut.

“Selain menutup sejumlah ruas jalan selama 24 jam juga mematikan sejumlah lampu taman di kota. Terutama di kawasa. Jalan Diponegoro dan Jalan Suroto. Kami matikan untuk mengurangi aktivitas,” jelasnya ditemui usai peninjauan vaksinasi di GL Zoo, Selasa (13/7).

Kebijakan ini telah dirapatkan di tingkat jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Hasilnya sepakat untuk penerapan kebijakan tersebut. Selain ruang publik, kebijakan ini juga menyasar kawasan perkantoran.

“Bahwa malam sebaiknya orang tidak kemana-mana. Untuk perkantoran dan toko yang lampu menyala mulai dikurangi tidak digelapkan tapi dikurangi,” katanya.

Walau begitu, Heroe menjamin keamanan tetap terjaga. Pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Polri dan TNI. Guna melakukan patroli ke sejumlah titik di Kota Jogja.

Selain itu Heroe juga meminta warga mengoptimalkan penjagaan di pintu kampung. Selain itu juga membatasi akses masuk. Tujuannya untuk menekan mobilitas selama PPKM Darurat. “Untuk keamanan ada teman-teman di wilayah bersama kepolisian dan TNI yang turut berjaga. Posko RT lalu membatasi akses jalan. Satu atau dua jalan saja agar mudah mengawasi,” ujarnya. (dwi/ila)

Jogja Raya