RADAR JOGJA – Penambahan kasus Covid-19 di Kota Jogja terus melonjak. Tertinggi adalah 565 kasus baru per Sabtu (10/7). Angka ini sekaligus mengukuhkan pertambahan kasus Covid-19 tertinggi di Jogjakarta.

Terhadap lonjakan kasus, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi memastikan ketersediaan oksigen masih tercukupi. Walau begitu dia tak menampik stok semakin menipis. Terlebih jika lonjakan kasus Covid-19 masih terus terjadi.

“Jadi hari ini (10/7) tadi sudah ada suplai tapi besok pagi juga ada suplai. Memang harus berbagi dengan banyak rumah sakit dan daerah juga. Tapi InsyaAllah setiap hari ada suplai masuk dan paling tidak setiap pagi masuk,” jelasnya usai meninjau penerapan PPKM Darurat di kawasan Malioboro, Sabtu malam (10/7).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan suplier oksigen. Salah satu poinnya adalah mengirimkan oksigen tepat waktu di pagi hari. Terutama kepada rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polresta Jogja. Guna melakukan pengawalan saat pengiriman oksigen. Harapannya agar tak ada hambatan selama proses distribusi ke rumah sakit di Kota Jogja.

“Makanya kami bantu membuka jalannya supaya cepat sampainya. Itu sudah terdata rumah sakit mana saja yang membutuhkan oksigen,” katanya.

Lonjakan kasus Covid-19 juga berimbas pada tindakan pasca medis. Mulai dari terbatasnya tim pemulasaraan dan pemakaman protokol Covid-19. Alhasil pengoptimalan dilakukan hingga tingkat kampung tangguh bencana.

Heroe menuturkan pengantaran jenasah akan dilakukan oleh BPBD Kota Jogja. Selanjutnya untuk pemakaman dilakukan oleh para personel kampung tangguh bencana. Tercatat saat ini sudah ada 45 tim yang tersebar di seluruh wilayah Kota Jogja.

“45 tim ini ada di masing-masing kelurahan untuk membantu pemakaman. Tapi tim dari BPBD Kota Jogja juga tetap turun,” ujarnya.

Heroe juga membahas ketersediaan lahan pemakaman. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah lintas daerah. Terkait pemakaman yang dilakukan lintas daerah.

Permasalahan ini cukup pelik karena lahan di perkotaan sangatlah minim. Sehingga pemakaman jenasah Covid-19 langsung menuju daerah tinggal masing-masing. Dengan memanfaatkan lahan pemakaman keluarga maupun kampung.

“Siap membuka pemakaman khusus untuk Covid-19. Lahannya ada tapi memang tidak di dalam kota. Koordinasinya dengan (Pemprov) Jogjakarta. Sekarang pemakaman milik pemerintah kota masih tercukupi kalau memang kecepatan kasusnya semakin tinggi ya akan kurang,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya