RADAR JOGJA – Penutupan jalan tejadi di sebelah barat Stadion Kridosono. Barikade jalan juga terlihat di simpang area Gardu Anim dan Jembatan Kleringan Kewek.

Kendaraan yang bisa melintas akses menuju kawasa Malioboro hanya jenis kendaraan bermotor roda dua dan kendaraan tradisional.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji menuturkan penutupan tersebut adalah kebijakan Pemerintah Kota Jogja. Merupakan implementasi dari Instruksi Mendagri dan Instruksi Gubernur. Berupa pembatasan mobilitas manusia selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Malioboro ditutup, sebetulnya kami serahkan ke Kabupaten dan Kota untuk eksekusi terhadap Instruksi Mendagri dan Instruksi Gubernur. Sesuai kondisi di masing-masing daerah,” jelansya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (5/7).

Salah satu poin dalam PPKM Darurat sendiri adalah penutupan tempat fasilitas umum. Termasuk lokasi destinasi wisata. Pertimbangan penutupan adalah antisipasi terhadap munculnya kerumunan.

“Malioboro dianggap fasilitas umum dan tempat wisata. Itu sudah sesuai dengan regulasi,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho menegaskan penutupan akses masuk Malioboro telah melalui kajian. Pasca penerapan PPKM, masih ada warga yang berkunjung ke kawasan Malioboro. Tak sekadar melintas tapi berjalan-jalan di kawasan pedestrian.

Cara ini menurutnya ampuh agar tak muncul kerumunan. Terlebih pedagang kawasan Malioboro juga meliburkan diri. Sehingga tidak ada objek wisata belanja.

“Penutupan ini mandatnya ada di kepolisian tapi intinya mengatasi mobiltas yang memang diluar kepentingan esssensial,” ujarnya.

Kedepan, Dishub Kota Jogja bersama Polresta Jogja akan membatasi akses jalan lainnya. Tepatnya yang kerap menjadi mobilitas tinggi. Khususnya yang tak memiliki kepentingan esssensial.

“Ini masih koordinasi, lihat flow lalu lintas dulu. Harapannya masyarakat bisa memahami bahwa kebijakan pemerintah demi keselamatan masyarakat. Kalau tidak ada keperluan di rumah saja,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya