RADAR JOGJA – Hari pertama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Jogja berlangsung tertib dan kondusif. Mayoritas pelaku usaha non kebutuhan pokok memilih tutup. Walau begitu beberapa toko non kebutuhan pokok masih terlihat beroperasional.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi memastikan tetap ada pendekatan persuasif. Pihaknya mendatangi satu persatu toko non kebutuhan pokok yang tetap buka. Untuk kemudian diminta tidak beroperasi sesuai ketentuan PPKM Darurat.

“Sebagian besar sudah menjalankan aturan dengan tertib. Tetapi juga masih ada beberapa pelaku usaha dan masyarakat yang belum memahami aturan yang harus dikerjakan. Kami edukasi,” jelasnya, Sabtu (3/7).

Diakui olehnya, masih ada pelaku usaha yang beradu argumen. Dengan alasan roda perekonomian. Walau begitu, dalam PPKM Darurat tak ada alasan apapun. Pertimbangan utama adalah sebaran kasus Covid-19 yang terus melonjak.
Heroe menuturkan beberapa toko pakaian tetap buka. Padahal jenis barang dagang bukanlah kebutuhan pokok. Alhasil petugas Jogo Boro maupun Satpol PP Kota Jogja mendatangi toko yang tetap buka.

“Beberapa juga masih mencoba berargumen, tapi ya harus taat. Kami terus informasikan tentang aturannya dan jika masih tidak taat akan diberi tindakan tegas. Tutup paksa,” katanya.

Kebijakan ini tak hanya berlaku untuk pelaku usaha non kebutuhan pokok di Malioboro. Jajarannya juga memantau kegiatan perekonomian di Pasar Beringharjo. Khususnya di Selasar barat hingga lantai atas yang berjualan non kebutuhan pokok.
Hasilnya, masih ada pedagang yang tetap berjualan. Khususnya pakaian dan bukan keperluan sehari-hari. Setelah diberikan edukasi, para pedagang memilih tutup dan patuh terhadap aturan PPKM Darurat.

“Hari pertama memang masih ada yang belum tahu aturan secara detail. Tetapi kemudian mereka akhirnya patuh dengan ketentuan tersebut,” ujarnya.

Fokus Pemkot Jogja tak hanya kawasan Malioboro. Pihaknya melakukan patroli gabungan bersama Polisi dan TNI. Pendekatan masih terus dilakukan kepada para pelaku usaha. Baik kebutuhan pokok maupun non kebutuhan pokok.
“Untuk pedagang kebutuhan pokok boleh buka tapi dengan prokes ketat dan kapasitas maksimal 50 persen. Resto atau cafe yang ada di dalam mall masih boleh buka, tapi hanya melayani take away atau drive thru. Tidak boleh melayani makan ditempat,” katanya. (dwi/ila)

Jogja Raya