RADAR JOGJA- Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jogjakarta mengadakan Sosialisasi Aksi Gendarku Bebas Boraks Jumat siang (2/7 ) di Balai BPOM  jalan Tompeyan Tegalrejo Kota Jogja.

Kepala BPOM Jogjakarta, Dewi Prawitasari mengatakan dengan memberikan edukasi tentang bahaya boraks. Penyuluhan ini penting diberikan bukan hanya kepada badan usaha,  tetapi juga langsung turun kepada masyarakat.

Sebanyak 50 kader untuk lima Kabupaten telah dilatih memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Kader-kader tersebut terdiri dari ibu-ibu PKK, PNS, Guru, Lintas Sektor, dan sebagainya.

“Boraks sendiri, merupakan salah satu bahan berbahaya yang dilarang untuk ditambahkan pada makanan. Hal tersebut ini berdasarkan Permenkes Nomor 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan.

Makanan yang biasa pake boraks diantaranya mie, bakso, cilok, dan krupuk gendar yang sering ditemukan di Jogjakarta terutama di wilayah Gunungkidul,” jelasnya.

Dewi menambahkan biasanya Boraks ditambahkan dalam makanan dengan tujuan supaya makanan itu menjadi kenyal, renyah dan awet.

Penyuluhan ini memang ditujukan kepada masyarakat terutama ibu rumah tangga. Alasannya karena ibu-ibu pada umumnya sering memproduksi kerupuk gendar dirumah menggunakan boraks atau bleng.

“Bahayanya itu tergantung dari jumlah takaran yang masuk kedalam tubuh dan berapa lama mengonsumsinya. Dampak terhadap kesehatan juga tidak langsung, bisa jadi sepuluh atau dua puluh tahun baru berdampak,”ujarnya.

Untuk penggantinya, Dewi menyarankan masyarakat untuk mengganti boraks dengan bahan yang lebih aman dan legal seperti tepung kanji, soda kue, dan misonyal. Selain lebih sehat, harganya juga lebih murah dan mudah didapatkan.

“Ada review dari konsumen yang bilang kalo rasanya lebih enak daripada blem” pungkasnya. (om6/sky)

Jogja Raya