RADAR JOGJA – Pertambahan kasus Covid-19 di Jogjakarta terus melonjak. Setelah sempat rekor dengan 895 kasus Kamis (1/7), Jumat (2/7) tembus 922 kasus. Penambahan ini membuat akumulasi kasus Covid-19 di Jogjakarta mencapai 62.276 kasus.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ, Kabupaten Sleman mendominasi dengan 308 kasus. Kota Jogja masuk 2 besar dengan 284 kasus. Sementara Kabupaten Bantul sebanyak 200 kasus, Kabupaten Kulonprogo 92 kasus dan 38 kasus di Kabupaten Gunungkidul.

“Benar hari ini tertinggi lagi hingga 922 kasus. Kalau riwayat didominasi tracing sebanyak 672 kasus, periksa mandiri 208 kasus. Adapula hasil screening kesehatan 15 kasus dan belum ada info 27 kasus,” jelas Kabag Humas Pemprov DIJ Ditya Nanaryo Aji, Jumat (2/7).

Untuk angka mortalitas pasien Covid-19 masih tergolong tinggi. Data terbaru menyebutkan 24 pasien meninggal dunia. Sehingga akumulasi pasien meninggal dunia sejak awal pandemi mencapai 1.620 pasien.

Mayoritas pasien tergolong lanjut usia (lansia). Pasien termuda meninggal dunia berusia 46 tahun asal Kota Jogja. Sementara pasien tertua berusia 85 tahun asal Kabupaten Kulonprogo.

“Kalau dari data kesehatan, beberapa pasien memiliki catatan penyakit penyerta atau komorbid. Dominasi memang lansia diatas 50 tahun,” katanya.

Penambahan pasien selesai masa isolasi dan sembuh terus meningkat. Tercatat ada 353 pasien yang rampung masa isolasi dan sembuh. Sehingga total sembuh menjadi 49.251 pasien.

Distribusi kasus sembuh menurut domisili diantaranya Kabupaten Bantul sebanyak 146 pasien, Kabupaten Sleman sebanyak 77 kasus, Kota Jogja sebanyak 63 kasus. Adapula 47 pasien dari Kabupaten Kulonprogo dan 20 pasien dari Kabupaten Gunungkidul.

“Walau telah selesai masa isolasi atau sembuh tetap wajib patuh protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak dan tidak berkerumun,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya