RADAR JOGJA – Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi memastikan jajarannya siap menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hanya, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Kaitannya poin-poin dalam PPKM Darurat.

Dia berharap poin dalam kebijakan baru ini adalah hasil evaluasi keseluruhan. Termasuk kondisi sebaran Covid-19 di setiap wilayah. Harapannya agar penerapan di lapangan dapat menekan angka sebaran Covid-19 secara optimal. “Kemarin itu masih draft dan itu memang banyak masukan-masukan. Pelaksanaan dan implementasinya yang akan dikerjakan sampai sekarang kami belum tahu. Kalau rangka usulannya seperti itu namun teknisnya nanti seperti apa belum tahu,” jelasnya, Kamis (1/7).

Kondisi sebaran Covid-19 di Kota Jogja terus merangkak naik. Secara umum, lonjakan kasus mulai terlihat dalam 3 pekan terakhir. Karakter penularan, lanjutnya, cenderung lebih cepat dan massif.

Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19 Pemkot Jogja, tidak semua Kecamatan menjadi zona merah. Walau begitu zona hijau dalam PPKM RT-RT semakin tergerus. Berganti dengan zona kuning. “RT yang ada 1 sampai 3 kasus di rumah itu masuk kuning. Tetapi RT yang zona merah sampai saat ini belum ada. Maksimal orange, tidak sampai 1 persen dari total 2.534 RT yang ada,” katanya.

Berkurangnya zona hijau di lingkungan RT cukup signifikan. Dari data awal sebanyak 95,5 persen menjadi kisaran 76 hingga 77 persen. Kondisi ini hanya berlangsung dalam tiga pekan terakhir.

Heroe berharap terbitnya PPKM Darurat dapat menjadi sebuah solusi. Dapat secara taktis menekan sumber sebaran kasus. Paling utama adalah poin tentang menekan mobilitas interaksi masyarakat.

“Makanya ketika nanti ada kebijakan-kebijakan drastis dari pemerintah pusat, ya akan kami siapkan. Baik yang menyangkut aturan proporsi work from office maupun pembatasan sektor lainnya,” ujarnya.

Kebijakan ini juga akan berlaku di lingkungan Balai Kota Pemkot Jogja. Penerapan WFO sebesar 25 persen, dan sisanya 75 persen menjalani WFH. Adapula pengoptimalan posko-posko di wilayah RT dan RW. “Bagaimanapun ya dalam dua minggu atau beberapa waktu kita harus serempak serentak bersama-sama menghentikan sebaran ini. Paling penting ialah langkah bersama dan kompak,” harapnya. (dwi/ila)

Jogja Raya