RADAR JOGJA – Makin bertambahnya kasus penularan Covid-19 di Kulonprogo berdampak pada panjangnya antrean uji spesimen di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates. Gugus Tugas setempat mengaku kewalahan dengan kondisi ledakan kasus di wilayahnya.

IWAN NURWANTO, Kulonprogo, Radar Jogja

Dalam beberapa hari terakhir, BBVet Wates setidaknya menerima sebanyak 250 sampel untuk diuji. Padahal kemampuan laboratorium itu untuk pengujian rata-rata hanya 100 sampel per hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati menyatakan, kondisi ini membuat antrean uji sampel semakin panjang dan membuat petugas penguji kewalahan. Dia pun meminta masyarakat yang menunggu hasil uji di BBvet untuk bersabar.

“Saat ini sampel yang masuk rata-rata bisa 250, karena kasusnya memang banyak,” katanya. Ia melanjutkan, dalam sepekan kemarin saja setidaknya masih ada sekitar 600-an sampel untuk menunggu untuk diuji.

Kondisi itu memaksa Gugus Tugas di Kulonprogo meminta bantuan ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Jogjakarta. Dalam sehari BLKK Jogjakarta bisa melakukan pengujian terhadap 150 sampel.

Dengan jumlah itu, 250 sampel yang masuk di Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo harapannya bisa diselesaikan dalam sehari. Namun demikian, ia meminta masyarakat tidak tergesa-gesa dalam menunggu hasil pengujian. “Keluarnya hasil baru bisa diketahui 3-4 hari lagi,” ungkapnya.

Baning mengakui, penambangan kasus penularan Covid-19 di Kulonprogo makin banyak. Pada hari Sabtu (27/6) kembali memecahkan rekor kasus positif. Tercatat 295 kasus konfirmasi positif yang tersebar di beberapa kapewon.

Untuk Minggu (27/6) kembali ada penambahan sebanyak 255 kasus. Dengan adanya penambahan kasusnya menjadi 8.141 kasus. Dari jumlah ini, 123 kasus menjalani isolasi di rumah sakit, 1.822 isolasi mandiri, 5.518 selesai isolasi, 537 kasus dinyatakan sembuh dan 141 kasus meninggal.

Terkait jumlah penambahan Covid-29 di Kulonprogo, Baning menyatakan kasus konfirmasi positif memang masih didominasi oleh klaster keluarga dan perkantoran. Dia pun meminta kepada masyarakat agar penerapan protokol kesehatan semakin diperketat. (laz)

Jogja Raya