RADAR JOGJA – Tabung gas oksigen menjadi salah satu hal yang esensial dalam penanganan pasien positif virus korona. Pasalnya, salah satu organ tubuh yang diserang virus itu adalah organ pernapasan yakni paru-paru.

Hal itu membuat permintaan terhadap tabung oksigen di berbagai rumah sakit di DIJ meningkat dalam sepekan terakhir. Produsen oksigen pun diminta meningkatkan kapasitas produksinya demi memenuhi kebutuhan RS rujukan Covid-19.

Direktur Operasional PT Samator Gas Industri Budi Susanto mengungkapkan, saat ini pihaknya memiliki pabrik gas di Kendal dengan kemampuan produksi sekitar 50 ribu meter kubik gas oksigen setiap harinya. Pabrik ini memasok gas oksigen di Jawa Tengah dan DIJ.

Di tengah lonjakan kasus positif, konsumsi gas oksigen di Jateng dan DIJ turut mengalami peningkatan signifikan. Yakni mencapai 164 ribu meter kubik ribu tiap harinya. “Jika dibandingkan sebelum Covid-19, kebutuhannya sekitar 80-70 ribu meter kubik, itu untuk Jateng dan DIJ,” ujarnya.

Untuk mencegah kelangkaan, pihaknya akan mendatangkan oksigen yang diproduksi di Jawa Barat dan Jawa Timur untuk dialokasikan ke DIJ dan Jateng. Beberapa hal sudah dilakukan oleh Samator terhadap distribusi oksigen di berbagai wilayah termasuk ke DIJ agar menjadi lebih lancar. Termasuk dengan sewa kendaraan dari luar perusahannya.

“Kami melakukan sewa atau outsource kendaraan dari luar. Kami memperbanyak armada yang membawa barang dari Jabar dan Jatim,” bebernya.

Ia memastikan pasokan oksigen di DIJ akan kembali normal pada akhir pekan ini, meski tingkat permintaan masih tergolong tinggi. “Di akhir pekan ini semoga sudah lancar,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajun Setyaningastuti mengungkapkan, di tengah meningkatnya kebutuhan, pasokan oksigen di rumah sakit dikurangi sebanyak 20 persen. Antara satu rumah sakit dengan yang lain juga bisa saling berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan gas yang ada.

Misalnya jika ada rumah sakit yang stoknya menipis, bisa mendapat alokasi dari rumah sakit lain yang belum terlalu membutuhkan gas oksigen. “Sehingga pasokan oksigen tidak terputus,” tandas Budi. (kur/laz)

Jogja Raya