RADAR JOGJA – Seorang pria warga Kapanewon Galur, Kulonprogo harus berurusan dengan Kepolisian Resor (Polres) Bantul. Lantaran memukul seorang aparat kepolisian berpangkat Ipda saat memberi imbauan protokol kesehatan (prokes).

Pria 46 tahun berinisial WW ini dijerat dengan Pasal 351 KUHP dan/atau Pasal 212 KUHP. Dia terancam hukuman dua tahun dan/atau satu tahun empat bulan kurungan penjara.

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan membeberkan, kronologi peristiwa yang terjadi pada Rabu (16/6) pukul 08.30 wib. Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana menggelar patroli dalam rangka menyampaikan imbauan terkait prokes di Pasar Burung Jodog, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul. Saat patroli tersebut, Ipda Tetepana melihat WW tidak mengenakan masker.”Pelaku (WW, Red) tidak mengenakan masker, diimbau sambil dipanggil dengan tujuan mau diberi masker,” kata Ihsan dalam konferensi pers di Aula Wira Pratama, Mapolres Bantul Rabu (23/6).

Namun WW tidak terima. Selanjutnya, wiraswasta itu justru melayangkan pukulan ke bagian muka Ipda Tetepana. Pukulan hanya satu kali, namun mengakibatkan pelipis sebelah kiri Tetepana memar dan bengkak.

Kejadian tersebut menyita perhatian warga pasar setempat. Sehingga warga turut mengamankan WW untuk diserahkan kepada pihak berwajib. “Saat diamankan tidak melawan, masyarakat yang mengamankan pelaku,” bebernya.
Untuk itu ditegaskan, masyarakat yang berani menghalangi dan melawan petugas dalam melaksanakan imbauan prokes akan ditindak tegas. Mengingat Bumi Projotamansari menjadi salah satu kabupaten dengan progres penularan Covid-19 yang tinggi. “Niat kami demi kemanusiaan. Agar semua sehat. Intinya kami tegas, kami akan proses kelompok yang melakukan penghalangan,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, WW menyampaikan permintaan maaf kepada petugas. Sebab telah melakukan perlawanan saat petugas menyampaikan imbauan. “Maaf semua ya,” ucapnya disaksikan awak media.

Saat peristiwa terjadi, WW mengaku membawa masker. Namun, masker tidak dia kenakan dan hanya dikantongi. WW kemudian tersulut emosi, saat petugas memanggilnya. “Kok cuma aku tok yang dipanggil, saya emosi. Tapi saya sudah minta maaf ke polisinya (Ipda Tetepana, Red). Nggak akan aku naikkan ke pengadilan kata pak polisi,” jelasnya. (fat/pra)

Jogja Raya