RADAR JOGJA – PSIM Jogja mendapat pelajaran berharga dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida, Rabu sore (23/6). Klub berjuluk Laskar Mataram itu dibekuk Sulut United dengan skor 1-4.

Gol semata wayang PSIM dicetak oleh Ahmad Ihwan melalui titik putih. Sedangkan gol tim lawan dilesakkan Yudhi Koerudin pada menit ke-11, Rosi Noprihanis (’15), Eksel Runtukahu (’50), dan Sukarja (’90).

Di uji coba kemarin, PSIM menurunkan kombinasi pemain muda dan pemain senior. Di bawah guyuran hujan, anak-anak Jogja bermain menyerang sejak menit awal. Mereka begitu enjoy memegang kendali permainan. Asik menyerang, mereka justru kebobolan terlebih dulu. Berawal dari umpan crossing yang mampu dimanfaatkan melalui tandukan Yudhi Koerudin.

Empat menit berselang, gawang PSIM kembali bergetar lewat tendangan terukur dari mantan penggawanya, Rosi Noprihanis. Tertinggal dua gol, Laskar Mataram -julukan PSIM- mencoba bermain lebih menekan. Namun beberapa peluang yang tercipta gagal dikonversikan menjadi gol. Hingga babak pertama usai skor 2-0 bertahan untuk keunggulan Sulut United.

Memasuki babak kedua, PSIM melakukan rotasi. Pelatih Seto Nurdiyantara mengganti 10 pemain pada babak pertama, kecuali Imam Arief dibawah mistar. Mereka tampil ngotot untuk mencuri gol cepat. Sayang, sejumlah peluang hanya terbuang sia-sia.

Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Imam Arief justru harus kembali memungut bola dari sarangnya. Tendangan keras Eksel Runtukahu dari luar kotak dan mengarah ke pojok kanan gawang tak mampu dihalau oleh kiper asal Tasikmalaya itu.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Itu setelah Ahmad Ihwan berhasil membobol gawang lawan melalui eksekusi penalti. Jelang laga bubar, Sulut United kembali menambah keunggulan lewat tendangan keras Sukarja dari luar kotak. Skor akhir 4-1 bertahan untuk keunggulan Sulut United.

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara mengatakan, hasil laga kemarin adalah sesuatu yang baik untuk timnya. Kekalahan ini, kata dia, bagus untuk dijadikan evaluasi. Tak hanya untuk tim pelatih tapi juga untuk seluruh pemain. “Karena selama lima kali pertandingan kami selalu pakai skema formasi yang berbeda. Kami coba tapi karakternya tidak berubah cuma itu makanya kami bisa pilih,” kata Seto usai laga.

Dari laga kemarin, lanjut Seto, ada beberapa poin penting yang didapat. Yang pertama, bagaimana para pemain harus membongkar compact defence lawan. Juga, bagaimana harus mengatasi counter attack. “Lagi-lagi kekurangan kami adalah bola crossing dan bola duel. Jadi ya sesuatu yang bagus buat saya pertandingan ini kami evaluasi. Mudah-mudahan di kompetisi kedepan kami sudah siap,” tegasnya. (ard/pra)

Jogja Raya