RADAR JOGJA – Kepala Bidang Penanganan  Darurat BPBD DIJ, Danang Samurizal mengakui tim pemakaman kewalahan menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang  terjadi dua kali lipat sejak sepekan terakhir di Jogjakarta. Terutama dukungan pasca medis pemakaman jenasah pasien Covid-19. Lonjakan terjadi dua kali lipat sejak sepekan terakhir.

Guna mengantisipasi, pihaknya melakukan perubahan pola operasional. Tindakan utama pasca medis atau pemakaman dilakoni oleh tim pemakaman wilayah. Baik Satgas Covid-19 di tingkat RT/RW hingga Kabupaten.

“Iya kewalahan jadi pola operasinya diubah. Satgas penanganan Covid-19 tingkat RT/RW harus siap. Tapi sifatnya berjenjang naik ke Kalurahan, Kecamatan lalu Kabupaten. Harus siap, kalau provinsi sifatnya mendukung saat satgas wilayah butuh bantuan,” jelasnya ditemui di Kantor BPBD DIJ, Kamis (24/6).

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ, peningkatan angka fatalitas terjadi sejak sepekan terakhir. Rekor terbanyak terjadi pekan lalu (17/6), sebanyak 18 pasien Covid-19 meninggal dunia. Hingga saat ini angka fatalitas rata-rata harian selalu diatas 10 kasus.

“Semenjak ada peningkatan kasus, pemakaman di berbagai wilayah ada peningkatan. Dulu 6 sampai 7 pasien sekarang bisa sampai 15 kasus bahkan lebih sudah sejak seminggu lalu,” katanya.

Danang memastikan perubahan pola operasional sangatlah penting. Skema dilakukan dengan cara beradaptasi berupa pola berjenjang. Selain itu juga menyusun rencana kontijensi yang baru. Tentunya sesuai dengan kondisi terkini.

Adanya pola berjenjang juga mengandalkan saling dukung antar wilayah. Strategi ini untuk mengantisipasi apabila ada wilayah yang kekurangan personel. Personel yang tak bertugas dapat memberikan dukungan antar wilayah.

“Relawan kami siap dipanggil, tapi diatur porsi dan perannya siapa. Kalau yang provinsi saat ini membantu pemakaman khusus di kota (Jogja) dan Kulonprogo,” ujarnya.

Terkait tingkat resiko, Danang tak menampik kian bertambah. Terbukti beberapa personel Satgas Covid-19 hingga tim pasca medis mulai terpapar. Bahkan tim penanganan Covid-19 di BPDB Kota Jogja terpaksa beristirahat sementara waktu.

“Kota Jogja kondisi petugasnya ada yang positif (Covid-19) sehingga harus dipastikan bebas dari masa karantina dan isolasi. Jadi kami backup. Kalau Kulonprogo ada peningkatan kasus sehingga butuh tenaga tambahan,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya