RADAR JOGJA – Kasus terkonfimasi positif Covid-19 di lingkungan Balai Kota Pemkot Jogja bertambah. Tercatat saat ini ada sekitar 50 karyawan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Terbanyak adalah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dengan 30 kasus.

Pasca temuan ini, Kantor Dinsosnakertrans Kota Jogja ditutup sementara waktu. Ini karena persebaran kasus merata di lingkup kerja tersebut. Tercatat dari 5 bidang yang ada, 4 diantaranya menjadi sumber penularan Covid-19.

“Total kasus sekitar 50an yang tersebar di delapan OPD. Paling banyak itu di Dinas Sosial (Disnakertrans),” jelas Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (21/6).

Sejak awal kemunculan, Dinsosnakertrans menjadi episentrum persebaran kasus paling besar. Awalnya ada 10 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (17/6).  Setelahnya berlanjut dengan tracing secara menyeluruh.

Hasil temuan sementara, penularan diduga berasal dari pengecekan berkas. Para karyawan Disnakertrans awalnya memeriksa berbagai macam berkas laporan masyarakat. Disinilah terjadi interaksi antar karyawan

“Laporan-laporan masyarakat itu menyangkut soal isoman dan segala macam. Dari lima bidang di Dinsos ada empat yang mereka terkena paparan, ada satu yang sama sekali nggak kena dari Bidang Tenaga Kerja dan Industrial,” katanya.

Pihaknya terpaksa menutup kantor Disnakertrans sementara waktu. Guna melakukan penelusuran kontak erat. Selain itu juga penyemprotan disinfektan ke seluruh penjuru ruangan.

Terkait pelayanan publik, Heroe memastikan tetap berjalan. Berupa pemanfaatan website sebagai pelayanan online. Sementara untuk karyawan dan ASN diminta work from home (WFH).

“Pelayanan publik tetap jalan tapi online, agar tak ada kontak langsung. Lalu untuk kinerja di Kantornya diterapkan WFH,” ujarnya.

Selain di Disnakertrans, kasus juga terlacak di sejumlah OPD lainnya. Mulai dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga Sekretariat Pemkot Jogja.

“Untuk yang di BPBD itu data terakhir ada 2 kasus, tapi tracing masih berjalan. Ini satu tim, lalu daripada meluas satu tim ini kami minta off dulu,” katanya. (dwi/ila)

Jogja Raya