RADAR JOGJA – Ketua Pokja Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Gunadi menuturkan ada tren baru penularan Covid-19. Dimana usia anak mulai terpapar virus secara cepat. Angka ini mulai mengalami peningkatan setidaknya sejak pertengahan Juni 2021.

Pihaknya saat ini tengah melakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) setiap pasien anak. Sampel utama berasal dari kawasan Solo Jawa Tengah. Selain itu kasus serupa juga ditemukan di wilayah provinsi DKI Jakarta.

“Pemeriksaan sampel anak ini kaitannya apakah varian delta. Kemenkes minta bantuan untuk memeriksa sampel dari Solo, benar engga varian delta. Kalau implikasinya kesana, kok tiba-tiba kasusnya banyak,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (21/6).

Tingkat paparan usia anak terbagi dalam 2 klasifikasi usia. Pertama adalah anak dibawah 5 tahun, lalu dari usia 5 tahun hingga 18 tahun. Dari hasil pendataan Kemenkes, diakui olehnya mengalami peningkatan.

Hipotesa yang dia gunakan adalah peningkatan paparan kasus secara drastis. Temuan ini berbanding terbalik dengan awal pandemi Covid-19. Kala itu angka kasus pada anak tidaklah tinggi.

“Dulu teorinya anak tidak rentan tapi sekarang tidak, trennya justru menaik. Implikasinya anak bisa jadi sumber penularan. Kalau ortu belum vaksin ini jadi masalah,” katanya.

Walau begitu, pihaknya belum bisa memutuskan secara pasti. Ini karena pemeriksaan WGS masih menunggu sampel dari Solo. Selain dari Solo, adapula pemeriksaan dari sampel pasien Covid-19 asal Jogjakarta.

“Pemeriksaan masih menunggu dari Solo Raya. Running 48 sampel itu bisa sih tapi sisanya sayang, kalau komplit 48. Sampel dari Jogjakarta sebagian sudah masuk,” ujarnya. (dwi/sky)

Jogja Raya