RADAR JOGJA – Kepala Dinas Kesehatan DIJ, Pembajoen Setyaniastutie mendorong para orangtua lebih sigap menyikapi penularan Covid-19 kepada anak.

Berdasarkan catatan Dinkes DIJ, walau tidak tinggi namun kasus penularan Covid-19 pada anak cukup mengkhawatirkan. Terlebih mobilitas anak kerap tak terduga.

Covid-19, lanjutnya, tak pernah memilih calon korbannya. Seluruh usia tetap berpotensi terpapar. Baik untuk tanpa gejala hingga bergejala berat.

“Anak itu ada, berapa persennya dari total kasus tetap ada. Balita ada, 11 bulan pun ada. Ini jadi warning,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (21/6).

Pembajoen turut menyambut baik penundaan pembelajaran tatap muka (PTM). Menurutnya kondisi penularan Covid-19 masih mengkhawatirkan. Apabila PTM tetap berlangsung, maka potensi penularan juga tinggi.

Walau berada di sekolah, namun pengawasan kepada anak didiknya tidaklah mudah. Terutama setelah jam pulang sekolah. Untuk memastikan anak langsung pulang ke rumah.

“Menunda tatap muka apalagi untuk SD dan SMP. Bisa mengawasi di sekolah tapi begitu keluar dari sekolah tidak tahu. PTM ditunda ini, semoga salah satu cara menurunkan angka kasus yang tinggi,” katanya.

Dalam kesempatan ini Pembajoen juga meminta para orangtua lebih bijak. Apabila memiliki kegiatan luar ruang, agar tak mengajak anak. Terutama saat mengunjungi fasilitas publik.

Dia juga meminta para orangtua yang telah mendapatkan vaksin tidak gegabah. Tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Ini karena potensi terpapar dan menularkan Covid-19 tetap ada.

“Jangan bawa anak ke tempat yang ramai, pleasure tahan dulu. Saat vaksinasi anaknya dibawa, ini piye, hal yang mengerikan. Lalu kalau sudah vaksin jangan kendor, vaksin gunanya meringankan derita bukan memutus mata rantai atau menghilangkan pandemi,” pesannya.(dwi/sky)

Jogja Raya