RADAR JOGJA –  Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DIJ melaporkan lonjakan kasus Covid-19 yang mencapai 665 kasus baru.

Penambahan ini menjadikan Jogjakarta kembali mencatatkan rekor baru penambahan kasus harian dengan rekor sebelumnya sebesar 638.

Sehingga akumulasi kasus Covid-19 sejak awal pandemi mencapai 52.641 kasus.

Kabupaten Bantul kini mendominasi dengan 249 kasus. Sementara Kabupaten Sleman berada di peringkat dua dengan sumbangan 234 kasus. Menyusul kemudian Kota Jogja dengan 81 kasus, Kabupaten Kulonprogo dengan 53 kasus dan 48 kasus di Gunungkidul.

“Penambahan ini karena screening maupun tes PCR juga massif. Data penambahan hari ini merupakan hasil 2.663 sampel dari 2.648 orang,” jelas Kabag Humas Pemprov DIJ Ditya Nanaryo Aji, Minggu (20/6).

Sebaran kasus didominasi dari tracing kontak kasus positif sebanyak 541 kasus. Lalu hasil periksa kesehatan secara mandiri sebanyak 92 kasus. Menyusul kemudian screening karyawan kesehatan 2 kasuz perjalanan luar daerah 1 kasus dan 29 kasus belum ada info.

Terkait ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) masih relatif memadai. Tercatat saat ini terdapat 1.234 unit di Jogjakarta. Total keseluruhan terisi mencapai 65,32 persen.

“Detailnya untuk BOR isolasi atau non kritikal telah terisi 65,9 persen. Sementara untuk kritikal atau ICU telah terisi 62,1 persen,” katanya.

Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ juga mencatat 280 kasus sembuh. Seluruhnya telah merampungkan masa isolasi dan juga dinyatakan sembuh. Sehingga akumulasi pasien sembuh mencapai 45.635 kasus.

Distribusi kasus sembuh didominasi Kabupaten Sleman sebanyak 96 pasien, Kabupaten Bantul 81 pasien. Adapula Kabupaten Gunungkidul sebanyak 60 pasien,  Kabupaten Kulonprogo sebanyak 31 pasien dan 12 pasien dari Kota Jogja.

“Kami juga mencatat 15 pasien meninggal dunia. Seluruhnya tergolong lanjut usia dan beberapa diantaranya memiliki riwayat penyakit bawaan. Akumulasi pasien yang meninggal dunia mencapai 1.367 kasus,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya