RADAR JOGJA – Layanan Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA) mulai dilayani di Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terpusat di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Kota Jogja, per Senin (14/6). Pelayanan drive thru dipindahkan di empat Kemantren Kota Jogja.

Kepala Bidang Pelayanan Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Jogja, Bram Prasetyo mengatakan mulai kemarin layanan cetak KTP yang tadinya ada di drive thru parkir selatan Kompleks Balai Kota dialihkan menjadi satu layanan di MPP melalui proses aplikasi Jogja Smart Service (JSS). “Kami coba alihkan permohonan yang KTP dan KIA, lalu rekam melalui akun JSS. Drive thru sudah tidak kita buka (di kompleks pemerintah kota),” katanya kemarin.

Bram menjelaskan pelayanan KTP yang terpusat di MPP ini baik untuk cetak baru, rusak, dan hilang, serta perekaman. Seluruh proses permohonannya melalui aplikasi JSS tidak lagi menggunakan WhatsApp. “Tidak perlu pakai WA (WhatsApp) lagi, WA-nya hanya khusus layanan yang belum ada di JSS,” ujarnya.

Sehingga, masyarakat bisa melakukan pengajuan cetak KTP el di rumah jika sudah mendownload aplikasi JSS di smartphonenya masing-masing. Dan datang di MPP yang berada di Kantor DPMP hanya untuk pengambilan KTP el yang baru. “Akun JSS bisa buka menu tool kependudukan dan pencacatan sipil, cari menu pelayanan cetak KTP atau KIA, klik,” jelasnya.

Setelah itu, akan muncul tiga pilihan pendaftaran layanan berupa permohonan KTP maupun KIA baru, perubahan data, atau penggantian. Dan masyarakat akan diminta mengisi data pemohon, upload, dan kirim. Maka hari berikutnya bisa diambil di MPP tersebut dengan menunjukkan JSSnya saja. “Tidak perlu bukti lagi karena data mereka sudah tersimpan di HP,” terangnya.

Namun demikian, bagi masyarakat yang tidak terfasilitasi smartphone maupun belum memiliki akun JSS akan dibantu oleh petugas di kemantren dan kelurahan. Dengan begitu, masyarakat akan tetap bisa terlayani dengan baik. Mereka cukup datang dan minta bantuan di tiap wilayah untuk diajukan permohonan lewat petugas pelayanan kemantren melalui JSS. “Kemudian teman-teman kecamatan (kemantren) membuatkan draft surat permohonan, diprintkan digunakan sebagai dasar untuk besoknya mengambil (KTP/KIA) di MPP,” sambungnya.

Dengan demikian, khusus layanan kependudukan dan pencatatan sipil seperti KTP el dan KIA serta perekaman sudah dipusatkan di MPP. Pun tidak dibuka di layanan Kantor Dindukcapil, karena Dindukcapil hanya membuka pelayanan yang belum terfasilitasi di aplikasi JSS seperti perubahan biodata terkait dengan penerbitan Kartu Keluarga maupun pindah datang. “Itu masih kita layani di kantor menggunakan WhatsApp karena belum ada di JSS,” jabarnya.

Selain itu, layanan drive thru masih diberlakukan tapi berada di empat kemantren yakni Kotagede, Mergangsan, Jetis, dan Wirobrajan. Layanannya masih sama, yaitu dari pukul 09.00-12.30. Hanya ada penambahan pelayanan yang tidak hanya cetak melainkan perekaman E-KTP. “Meskupun ini tempatnya ada di kecamatan tapi layanannya kami tetap melayani untuk warga se Kota Jogja,” katanya.

Layanan ini rencananya akan dimulai bulan Juli di Kotagede, Agustus nanti di Mergangsan, September ada di Jetis, dan Oktober di Wirobrajan. Tetapi itu kesepakatan awal, kala wilayah menginginkan perubahan bulannya masih mengikuti. Jadwal layanan pun dikurangi dari sebelumnya empat kali dalam seminggu menjadi dua kali per hari selama seminggu. “Kalau proses perekman, bisa kita cetakkan hari itu juga. Tetapi pengambilannya hari berikutnya,” tambahnya.

Pertimbangan, layanan drive thru dipilih di empat kemantren tersebut karena fasilitas jaringan lebih bisa tertata dengan baik. Kecamatan tersebut sudah mewakili beberapa wilayah lain, dan aksesnya cukup luas dimungkinkan untuk antrean kendaraan.

Sementara, Pemohon cetak baru E-KTP, Wiwik mengaku masih sedikit membingungkan dengan pelayanan yang berubah tersebut. Ia baru mengetahui kemarin, saat hendak mengantarkan keponakannya mengajukan permohonan cetak baru E-KTP. Sebelumnya, Ia bersama keponakannya itu ke kantor kelurahan untuk meminta pengajuan namun diarahkan langsung ke MPP DPMP. “Baru tahu ini tadi, jadi masih bingung. Sebelumnya lebih mudah kan cuma ke kelurahan kecamatan langsung selesai,” kata Warga Kricak, Tegalrejo, Jogja. (wia/pra)

Jogja Raya