RADAR JOGJA – PSS Sleman kembali dihadapkan polemik dengan mantan pemain asingnya. Setelah sebelumnya soal tunggakan gaji mantan bek asing Alfonso de La Cruz, kini perselisihan datang dari mantan gelandang Guilherme Felipe de Castro atau Batata.

Batata yang resmi meninggalkan PSS pada Maret lalu meluapkan unek-unek karena merasa manajemen klub berjuluk Super Elang Jawa itu tidak mengurus proses Exit Permit Only (EPO) visa. Padahal, surat itu dibutuhkan untuk bergabung dengan tim lain. Kekesalan itu dia sampaikan melalui unggahan story Instagram-nya pada Rabu (16/6).

“Saya tidak mengerti apa masalah manajemen PSS dengan saya. Saya ingin bermain di tim lain, tapi terkendala oleh proses EPO visa yang tidak segera diurus oleh PSS,” ucap mantan pemain Atletico Paranaense itu.

Batata juga mengaku sudah mencoba menghubungi manajemen Super Elja. Namun, hal itu berujung sia-sia. “Tidak ada respons. Saya hanya ingin kembali bermain di Indonesia, negara yang saya cintai. Saya berharap PSS profesional,” tambahnya.

Atas masalah init, PSS pun angkat bicara. Secara tegas Direktur Utama PSS Marco Gracia Paulo mengatakan, pernyataan Batata tidak benar. Sebab, permohonan Batata baru diterima manajemen PSS, Selasa (15/6). Kemudian, sehari setelahnya, lanjut Marco, permintaan itu langsung diurus dan prosesnya sudah berjalan di Imigrasi Jogjakarta.

“Saya kecewa karena Batata tidak cek terlebih dahulu bagaimana situasi yang sebenarnya. Jika Batata menyatakan sudah kontak manajemen, perlu diklarifikasi kepada siapa dia melakukan kontak itu,” ujarnya.

Mantan CEO Badak Lampung FC itu menyatakan, pihaknya sama sekali tidak pernah berniat menahan atau menghambat, namun justru manajemen PSS berupaya membantu proses berjalan cepat. Malah, kata Marco, masih ada persyaratan dokumen yang belum dilengkapi oleh perwakilan Batata.
Manajemen PSS sangat menyayangkan sikap Batata. Selain memprovokasi, mereka menyebut gelandang 29 tahun itu sudah menyebarkan berita yang tidak sesuai fakta dan merugikan klub. “Saya minta Batata untuk tidak memperpanjang masalah ini,” tegas Marco.

Nah, setelah manajemen Super Elja melakukan klarifikasi, kemarin sore (17/6) Batata pun menyampaikan permohonan maaf kepada PSS. Pemain yang kini berseragam Persela Lamongan itu berujar bahwa telah terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan manajemen.

“Saat itu saya kurang memahami situasi internal PSS sehubungan dengan pengurusan administrasi kepindahan saya. Semoga proses ini segera selesai dan saya akan tetap unggu dan kawal sampai selesai,” tuturnya. (ard/laz)

Jogja Raya