RADAR JOGJA – Tingkat ketersediaan atau okupansi bed isolasi pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sudah masuk level warning. Ini karena dari total 904 bed telah terisi sebanyak 75 persen. Idealnya batas ambang aman keterisian untuk non kritikal adalah 60 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ, Pembajoen Setyaniastutie menuturkan lonjakan kasus menjadi penyebab utama. Dengan angka rata-rata diatas 300 kasus perhari berimbas pada ketersediaan bed. Tak hanya non kritikal tapi juga ICU.

“Tingkat keterisian sudah 75 persen untuk non kritikal. Itu diatas standar, 60 persen itu sudah warning,” jelasnya ditemui usai meninjau vaksinasi massal di GOR UNY, Kamis (17/6).

Pihaknya telah menyurati rumah sakit rujukan Covid-19 di Jogjakarta. Untuk menambah 30 persen kapasitas bed. Langkah ini sebagai antisipasi menghadapi lonjakan kasus.

Pembajoen tak menampik lonjakan kasus Covid-19 masih bisa terjadi. Ini karena upaya tracing terhadap kasus-kasus sebelumnya masih berlangsung. Selain itu juga ada screening di sejumlah titik yang berpotensi memunculkan kasus Covid-19.

“Kami sudah mendorong rumah sakit buka lagi 30 persen (kapasitas bed). Itu sudah ada Permenkesnya, harus disiapkan. Mudah-mudahan tidak naik terus kasusnya,” katanya.

Penggunaan bed kritikal juga mendekati ambang batas. Dinkes DIJ mencatat saat ini penggunaan fasilitas bed sudah diatas 50 persen. Dominasinya adalah pasien lanjut usia.

Terkait ketersediaan tabung oksigen, Pembajoen memastikan masih mencukupi. Suplai juga masih tergolong lancar. Walau begitu tetap menjadi perhatian. Khususnya untuk memastikan suplai mencukupi jika kondisi semakin darurat.

“Suplai oksigen masih berjalan dengan baik tapi ada keterbatasan karena di Jateng butuh oksigen dana liquid oksigen. Kami sudah meminta agar setiap rumah sakit ketersediaan oksigen minimal 80 persen,” ujarnya. (dwi/sky)

Jogja Raya