ADAR JOGJA –  Satgas Penanganan Covid-19 DIJ melaporkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jogjakarta kembali pecah rekor.

Kabupaten Sleman mendominasi dengan 257 kasus. Menyusul kemudian Kabupaten Bantul dengan 190 kasus. Untuk Kota Jogja mencapai 44 kasus, Kabupaten Kulonprogo sebanyak 30 kasus dan Kabupaten Gunungkidul sejumlah 13 kasus.

“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menyediakan minimal 30 persen kapasitas ruangan di rumah sakit rujukan untuk dikhususkan bagi pelayanan Covid-19,” jelas Kepala Dinkes DIJ Pembajoen Setyaniastutie dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/6).

Berdasarkan data Dinkes DIJ, mayoritas penambahan kasus adalah hasil tracing. Tercatat sebanyak 436 kasus adalah tracing kontak positif. Menyusul kemudian 75 kasus hasil periksa mandiri. Masing-masing 2 kasus dari screening karyawan kesehatan dan perjalanan luar daerah. Adapula 19 kasus yang belum terdeteksi asal-usulnya.

Catatan mortalitas atau kematian juga mengalami peningkatan. Sebanyak 15 pasien meninggal dunia di hari yang sama. Akumulasi angka kematian akibat Covid-19 hingga saat ini mencapai 1.312 kasus. Mayoritas pasien adalah lanjut usia, dengan usia termuda 42 tahun dan tertua 84 tahun.

“Sebagai antisipasi, bapak Wakil Gubernur (PA X) meminta pihak terkait menyediakan suplai oksigen bagi rumah sakit rujukan ataupun faskes yang membutuhkan. Sebanyak 80 persen pasokan dapat ditujukan untuk keperluan Covid-19,” katanya.

Dinkes DIJ juga melaporkan pasien yang telah merampungkan masa isolasi mandiri. Tercatat 278 pasien telah melewati fase isolasi. Sehingga total angka kesembuhan mencapai 44.573 kasus.

“Sleman mencatat 132 angka kesembuhan pasien, lalu Bantul sebanyak 73 pasien, Kulonprogo 34 pasien, Kota Jogja 33 pasien dan Gunungkidul 6 pasien,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya