RADAR JOGJA – Kesadaran masyarakat Kulonprogo untuk menerapkan pola hidup sehat dengan menghindari kebiasaan merokok, bisa dibilang semakin baik. Itu terlihat dari semakin banyaknya jumlah dusun kawasan bebas asap rokok (Dusun Kabar) di wilayah itu. Salah satu dusun yang belum lama mendeklarasikan itu adalah Padukuhan Jetak, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo.

IWAN NURWANTO, Radar Jogja, Kulonprogo

Suasana asri begitu sangat terasa di Padukuhan Jetak. Suasana khas pedesaan dengan udara bersih dan segar begitu terasa di wilayah yang didominasi hamparan sawah itu.

Ketika masuk ke wilayah dusun, tak lebih 100 meter pada sebuah persimpangan terpampang spanduk bertuliskan pedukuhan bebas asap rokok. Mungkin hal itu yang membuat udara di dusun ini menjadi segar, karena mayoritas masyarakatnya sudah paham tentang bahaya merokok.

Sejak November 2020 lalu, Jetak mendeklarasikan diri sebagai padukuhan bebas asap rokok. Hal itu berdasarkan komitmen masyarakat untuk menciptakan wilayah sehat tanpa asap rokok. Meskipun sebagian warga tetap ada yang merokok, mereka merupakan perokok santun dan paham tentang etika kegiatan menghisap tembakau itu.

Masyarakat di dusun itu dulunya kurang paham tentang bahaya merokok, namun usai deklarasi mereka mulai berangsur mengubah pola hidupnya. Kegiatan merokok pun mulai dikurangi dengan berbagai cara. Mulai dari tidak menyediakan asbak hingga melarang aktivitas merokok dalam setiap kegiatan warga.

Kader Kesehatan Padukuhan Jetak Yuratmi mengatakan, banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat setelah wilayahnya mendeklarasikan diri sebagai dusun tanpa asap rokok. Tingkat kesehatan masyarakat meningkat, serta jumlah perokok muda juga semakin berkurang.

Dikatakan, sebelum mendeklarasikan sebagai dusun tanpa asap rokok, permasalahan kesehatan paru-paru cukup menjadi perhatian dari para kader kesehatan. Terlebih dengan tingginya kasus penyakit pernapasan di masyarakat yang tak lain penyebabnya dari paparan asap rokok.

Namun setelah hampir setahun deklarasi berjalan, tingkat kesehatan warga semakin membaik. Laporan penyakit pernapasan yang diakibatkan dari asap rokok pun mulai semakin berkurang .

“Sebelumnya memang banyak yang batuk-batuk karena asap rokok, namun saat ini sudah sangat jauh berkurang. Bahkan sudah tidak ada sama sekali,” ujar wanita 50 tahun ini saat ditemui Radar Jogja di rumahnya Selasa (15/6).

Semakin baiknya tingkat kesehatan masyarakat Jetak, tak lepas dari bagaimana cara kader mengingatkan bahaya merokok. Berbagai upaya dilakukan oleh Yuratmi dan jawatannya, agar aktivitas merokok di masyarakat bisa berkurang.
Di antaranya aturan untuk tidak merokok ketika berdekatan dengan anak kecil, ibu hamil, serta lansia. Aktivitas merokok pun harus dilarang dalam berbagai kegiatan seperti rapat warga hingga hajatan. Penyelenggara kegiatan tidak boleh menyediakan asbak dan perokok harus merokok di tempat tertentu ketika kegiatan.

Yuratmi juga mengatakan, upaya mencegah paparan asap rokok juga dilakukan pada tingkatan tempat tinggal masyarakat. Dia memastikan rumah warga Padukuhan Jetak tidak menyedikan asbak bagi tuan rumah maupun tamu. Spanduk larangan merokok juga telah dipasang pada tempat seperti masjid.

“Hal itu kami lakukan untuk membentuk masyarakat Dusun Jetak sebagai perokok yang santun. Sehingga tidak merokok sembarangan dan tidak mengganggu warga lain, khususnya yang bukan perokok. Masyarakat juga bisa mendapatkan haknya untuk memperoleh udara segar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kulonprogo Rina Nuryati menyampaikan, hingga Juni 2021 ini sudah ada 313 dusun di Kulonprogo yang mendeklarasikan sebagai Dusun Kabar. (laz)

Jogja Raya