RADAR JOGJA- Guna menanggapi munculnya konsep Travel Coridor Domestic, Ketua DPD PHRI Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Deddy Pranowo Eryono meminta Pemda DIJ fokus dalam menggodog kebijakan pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya konsep ini ideal apabila dapat berjalan dengan tuntas.

Deddy memaparkan para anggota PHRI DIJ lelah dengan kebijakan selama pandemi. Kerap berganti dan tidak konsisten dalam pelaksanaannya. Alhasil pihaknya harus kerap menyesuaikan diri dengan arah kebijakan yang baru.

“Itu kan sebenarnya masih konsep, belum jalan. Tapi kalau memang jalan beneran, kami siap dan optimis. Cuma jangan berubah-ubah lagi karena harus mengulang proses dari awal lagi,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (16/6).

Deddy beranggapan kebijakan akan kontra produktif jika terus berubah. Terutama yang menyangkut kebijakan wisata selama pandemi Covid-19. Kondisi perekonomian, lanjutnya, akan semakin terseok karena belum ada payung kebijakan yang kuat.

Pihaknya turut dilibatkan dalam penyusunan travel coridor domestic. Proses masih berlangsung hingga saat ini. Hingga akhirnya kebijakan ini terbit dengan format yang matang.

“Kalau memang sudah jadi gek ndang diterbitkan saja. Jangan menunggu terlalu lama dan kalau sudah terbit, kebijakan ini sifatnya harus lama bukan sebentar-sebentar ganti lagi,” katanya.

Deddy juga sempat menjawab sejumlah tuduhan peningkatan kasus Covid-19 dari dunia wisata. Dia memastikan jajarannya telah menjalankan tiga pilar utama. Mulai dari protokol kesehatan, Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) dan vaksinasi ke karyawan dan manajemen hotel dan restoran.

“Beberapa hari ini kasus meningkat drastis dan wisata kerap menjadi kambing hitam. Padahal jajaran kami itu sudah kuat tiga pilarnya, prokes, CHSE dan vaksin. Ini bukti kami patuh atas program yang ditawarkan pemerintah,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata DIJ, Singgih Raharjo mengenalkan program Travel Coridor Domestic. Konsep ini merupakan wujud penerapan protokol kesehatan dalam dunia wisata. Wujud kolaborasi lintas instansi baik plat merah maupun swasta.

Singgih menuturkan konsep ini merupakan evaluasi program berjalan. Wujud penyempurnaan dari program-program sebelumnya. Hingga akhirnya mengadaptasi penerapan protokol kesehatan dalam produk layanan wisata.

“Jadi untuk travel coridor domestic ini memilih destinasi zona (Covid-19) hijau dan transportasi yang tersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability). Melibatkan biro perjalanan, himpunan pramuwisata dan kendaraan dari Organda,” ujarnya ditemui di Hotel Tentrem Jogjakarta, Selasa (15/6).

Menurutnya format travel coridor domestic sangatlah ideal. Ini karena setiap kolabotor telah melalui seleksi yang ketat. Sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan.

“Koridor wisata ini ada syarat dan paket khusus. Kami tawarkan kepada wisatawan dengan konsep kelompok 10 orang. Seluruhnya telah disiapkan sesuai prokes Covid-19,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya