RADAR JOGJA – Penerapan protokol kesehatan (prokes) di Kabupaten Sleman belum berjalan optimal. Masker yang sejatinya menjadi barang wajib, masih kerap diabaikan penggunaannya. Kerumunan yang dipicu kegiatan sosial, menjadikan persebaran Covid-19 makin masif. Bahkan dalam dua bulan terakhir muncul 12 klaster baru dengan total terpapar 1.931 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, dari kasus persebaran itu, beberapa menjadi klaster aktif. Artinya, karena jumlah yang terpapar cukup tinggi, maka masih terus dilakukan pelacakan kontak erat, atau tracing lebih luas.

“Sebanyak 12 klaster itu mulai Mei sampai 13 Juni,” ungkap perempuan yang akrab sapa Evi ini kemarin (15/6). Dikatakan, klaster itu tak hanya terjadi pada kegiatan padusunan, tetapi juga terjadi di perkantoran dan lingkup institusi. Klaster pada Mei lalu terjadi di lingkup padusunan seperti di Jongke, Sendangadi, Mlati; Papringan, Caturtunggal, Depok; Ngaglik, Caturharjo, Sleman; Nglempong, Umbulmartani, Ngemplak. Dan terbaru di institusi, Lapas Narkotika Kelas II A Jogjakarta di Pakem, Sleman.

“Yang menjadi perhatian, beberapa aktivitas perdagangan juga ada. Meski relatif kecil,” tutur Evi. Kemudian klaster harian di Sleman juga tinggi. Per Selasa (15/6) terdapat penambahan 149 kasus positif. Bahkan, pimpinan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman turut terpapar Covid-19. Hingga Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan beberapa pejabat Pemkab Sleman turut di-swab antigen di kompleks Parasamya, kemarin. Hasilnya, semuanya atau 40 orang nihil terpapar.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dispora Sleman Agung Armawanta membenarkan dirinya, istri dan kedua anaknya terpapar Covid-19. Saat ini mereka menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Dia terpapar dengan merasakan gejala, merasakan pegal disertai hilangnya indera penciuman (anosmia).
“Covid-19 ini nyata. Meski saya sudah berhati-hati menjaga prokes, masih juga terpapar,” katanya. Dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap mengikuti vaksin, menjaga prokes dan tetap berdoa. Selain itu, meningkatkan imunitas. (mel/laz)

Jogja Raya