RADAR JOGJA- Forum Pemantau Independen  (Forpi) Kota Jogja, Selasa (15/6) melakukan pemantauan terkait pelaksanaan PPDB untuk jalur zonasi wilayah.

Anggota Forpi Kota Jogja, Baharuddin Kamba menuturkan dalam pemantauan dari dua sekolah tingkat SMP N  yakni SMP N 15 dan SMP N 5 Kota Jogja Forpi Kota Jogja menemukan modus famili lain pada kartu keluarga diduga untuk mempermudah calon siswa dari luar daerah (luar Kota Jogja) agar dengan mudah diterima di sekolah negeri di Kota Jogja.

“Dari dua sekolah kami ambil setidaknya ada 10 berkas sebagai uji petik atau sampel.

Sepuluh berkas itu ada lebih dari satu berkas yang menggunakan  status famili lain dalam kartu keluarga bahkan jumlahnya cukup banyak untuk sekolah yang dianggap favorit, misalnya di SMP N 5 Kota  Jogja.

Jika ditotal dari dua sekolah yang Forpi Kota Jogja  pantau untuk jalur zonasi wilayah ditemukan kurang lebih ada yang 10 KK dengan status famili lain,”katanya.

Kamba menambahkan, forpi Kota Jogja mendorong aturan famili lain pada KK ditinjau ulang. Karena status famili lain dalam kartu keluarga selain tidak jelas, perlu dikaji dasar hukum dari status famili lain itu juga membuka praktik kecurangan pada orang tua yang diduga menitipkan (dompleng) anaknya kepada orang lain demi mengejar impian sekolah di Kota Jogja.

Praktik dompleng KK seharusnya sudah tidak ada lagi karena jika orang tua memaksakannya anaknya dengan mendompleng KK orang lain hanya untuk mencari sekolah yang dianggap favorit padahal anaknya tidak mampu secara akademik. Sudahi modus dompleng KK dengan status famili lain,”jelasnya. (sky)

Jogja Raya