RADAR JOGJA – Tiga pihak manajemen gerai McDonald’s memenuhi panggilan untuk klarifikasi insiden kerumunan promo BTS Meals di kantor Satpol PP Kota Jogja, Jumat (11/6). Mereka mengaku lalai atas kerumunan yang terjadi dari antrean ojek online (ojol) itu.

Sekretaris Satpol PP Kota Jogja Hery Eko Prasetyo mengatakan, ketiga pihak manajamen gerai yang dipanggil yakni gerai McDonald’s Jalan Sultan Agung, Jenderal Sudirman, maupun kompleks Malioboro Mall. Mereka mengaku lalai lantaran tidak mengantisipasi potensi kerumunan yang terjadi.

“Pihak McDonald’s yang ada di Kota Jogja meminta maaf atas kelalaian dan kejadian tersebut,” katanya Hery Eko Jumat (11/6). Ia menjelaskan, kelalaiannya itu berkaitan dengan tidak adanya tembusan pemberitahuan hingga Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

Pemberitahuan hanya sampai Polsek setempat. Aturan protokol kesehatan (prokes) pun dilanggar karena antrean ojol untuk memesan promo makanan BTS Meals yang diburu fans boyband asal Korea Selatan itu, kurang jaga jarak.
“Tapi kerumunan yang ada digerai McDonald’s kota bisa segera dikendalikan dan tidak berdampak sampai viral di dunia media sosial atau media-media lain,” ujar Hery.

Hal itu karena selepas petugas Satpol PP dan kepolisian mengambil tindakan berupa pembubaran antrean. Gerai yang ada di Kota Jogja pun responsif dengan menutup aplikasi pesanan online hari itu juga. Dan hanya menyelesaikan orderan yang sudah masuk saja. “Aplikasi dibuka hanya setengah jam saja dan sampai hari ini masih ditutup,” jelasnya.

Dia menyebut, sebelumnya sesuai kesepakatan dari kedua belah pihak penutupan promo BTS Meal itu hanya selama tiga hari. Sehingga per hari ini (12/6), gerai McD di Kota Jogja diperkenankan untuk membuka kembali.
“Ya, penutupan promo BTS Meal cuma dari Rabu lalu sampai hari ini (kemarin, Red). Besok (hari ini, Red) sudah diperbolehkan, tapi tetap dalam pengawasan rekan-rekan Satpol PP, agar kerumunan tidak terulang,” terangnya.

Hasil pemanggilan itu pihak manajemen dari tiga gerai McD sudah menandatangani surat pernyataan bermaterai Rp 10 ribu. Isinya permintaan maaf dan mengakui kerumunan antrean BTS Meal kemarin telah melanggar protokol kesehatan. (wia/laz)

Jogja Raya