RADAR JOGJA-  Satpol PP DIJ resmi tak memberikan sanksi kepada manajemen McDonald’s. Hanya saja tetap ada teguran terhadap pelanggaran protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Berupa munculnya kerumunan manusia dalam promo McDonald’s X BTS.

Kasie Penyidikan Satpol PP DIJ, Ibnu Muhammad menuturkan tak turunnya sanksi bukan berarti Pemprov DIJ tak tegas. Penutupan sementara selama 3 hari menanti apabila pelanggaran terulang. Tak hanya untuk promo BTS Meal tapi juga antrian atau kerumunan manusia lainnya.

“Kami minta mereka menandatangani surat pernyataan bermaterai Rp 10 ribu tidak akan melakukan pelanggaran prokes lagi. Kalau masih terjadi maka sanksi sesuai peraturan berlaku. Tutup sementara 3X24 jam,” jelasnya ditemui di Kantor Satpol PP DIJ, Jumat (11/6).

Pemanggilan manajemen McDonald’s bertujuan menggali informasi secara tuntas. Tentang konsep promo hingga imbas munculnya kerumunan manusia. Selain itu juga memastikan promo sudah tidak berlanjut.

Diketahui promo McDonald’s X BTS berlangsung serentak di Indonesia. Skema pembelian wajib dengan Drive thru. Promo ini justru menimbulkan kerumunan dan antrian panjang. Tepatnya antrian para pengemudi ojek online.

“Kami panggil terkait dengan penyelenggaraan prokes. Kami panggil karena kemarin belum terlaksana prokesnya. Promonya itu nasional, tapi sekarang sudah berhenti,” katanya.

Ibnu menegaskan peringatan tak hanya berlaku untuk promo McDonald’s X BTS. Sanksi tetap berlaku apabila muncul kerumunan di kemudian hari. Baik oleh konsumen maupun pemesanan secara online.

“Satpol PP wilayah juga melakukan pemantauan. Jadi (Satpol PP) Kota dan Sleman kemarin juga menutup. Kedepan kalau terjadi lagi ya ditutup sementara,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya