RADAR JOGJA – Pemprov DIJ menegur manajemen gerai McDonald’s di Jogjakarta. Tindakan ini merupakan imbas atas munculnya kerumunan di lima gerai restoran. Selain itu juga meminta promo McDonald’s X BTS dihentikan.

Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji berharap, kejadian ini tak terulang. Sejatinya pihaknya tak mempermasalahkan promo. Hanya saja tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid-19. Terutama tidam menimbulkan kerumunan manusia dalam rentang waktu dan tempat yang sama.

“Sudah kami tegur, yang menyampaikan laporan tentu Satpol PP. Sudah ada peringatan terhadap pihak manajemen McDonald’s. Poin utama untuk tidak mengulang lagi hal seperti itu,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Kamis (10/6).

Untuk saat ini, Pemprov DIJ masih memberikan toleransi. Pelanggaran prokes tidak dikenai sanksi keras. Baik berupa denda maupun penutupan operasional gerai.

Namun bukan berarti pihaknya tak tegas. Apabila terulang meski dengan promo berbeda akan dikenai sanksi. Berupa penutupan operasional. Khususnya gerai yang memunculkan kerumunan manusia.

“Memang untuk saat ini belum kami sanksi. Tapi kalau masih diulang kami tutup sementara bisa seminggu. Kami sudah beri peringatan sekali,” tegasnya.

Kepala DPD PHRI Jogjakarta, Deddy Pranowo Eryono turut menyoroti promo tersebut. Walau kerumunan muncul dari para ojek online namun tetap melanggar. Terlebih kelima gerai McDonald’s di Jogjakarta menggelar promo serentak.

Pihaknya telah menegur manajemen McDonald’s. Sama halnya dengan Pemprov DIJ, DPD PHRI mengutamakan pembinaan. Namun tak menutup kemungkinan menjadi sanksi apabila pelanggaran terulang kembali.

“Sementara ini bukan sanksi hanya pembinaan. Kalau sanksi pasti jatuhnya sangat berat, masalahnya program itu dari pusat atau manajemen pusat. Jadi kami memberikan pembinaan peringatan,” ujarnya.

Pihaknya juga telah meminta klarifikasi kepada manajemen McDonald’s di Jogjakarta. Hasilnya, seluruh gerai hanya menjalankan promo dari manajemen pusat. Setiap gerai hanya bisa mengikuti aturan yang telah ada.

Manajemen McDonald’s Jogjakarta, lanjutnya, juga mengakui promo sangatlah mendadak. Inilah yang membuat pihak manajemen McDonald’s tidak melapor ke Satgas Covid-19 PHRI. Termasuk laporan ke Satgas Covid-19 di tingkat Kecamatan.

“Seharusnya dengan program itu mereka harus lapor kepada kita karena mereka adalah anggota dari BPD PHRI DIJ. Promo ini berpotensi menimbulkan kerumunan, dan buktinya memang terjadi,” katanya.

Terkait promo BTS Meal pemesanan online telah  berhenti sementara. Promo masih bisa dilayani secara Drive thru. Itupun dengan catatan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat.

Deddy meminta pihak manajemen McDonald’s memperbaiki sistem pesanan. Secara umum dia meminta kejadian ini menjadi catatan penting. Terutama kepada anggota DPD PHRI Jogjakarta. Agar tidak mengedepankan promo tanpa mempertimbangkan prokes Covid-19.

“Ini adalah mutlak, benar-benar perhatikan skema promonya, jangan hanya mengejar ramai. Bisa dibatasi perhari berapa, perjam berapa. Bahwasanya boleh inovasi meningkatkan omset tapi protokol kesehatan diutamakan,” tegasnya.(dwi/sky)

Jogja Raya