RADAR JOGJA – Promo kolaborasi McDonald’s X BTS menyebabkan antrian panjang di seluruh gerai, yakni dijalan Kaliurang, jalan Urip Sumohardjo, jalan Sultan Agung hingga gerai Mall Malioboro. Tak hanya di lahan parkir, antrian juga mengular hingga ruas jalan raya.

Ojek online paling mendominasi antrian program promo ini. Penyebabnya karena program memang mewajibkan pembelian melalui online. Selain itu ada antrian mobil dan motor di bagian Drive thru.

“Saya dapat order ini, saat ke resto di jalan Sultan Agung ternyata yang datang sudah banyak. Pihak resto kayaknya tidak ada antisipasi karena antriannya juga tidak tertata,” jelas salah satu pengemudi ojol Heri, Rabu (9/6).

Heri tidak bisa berbuat banyak. Ini karena aplikasi pemesanan berjalan secara otomatis. Apabila telah masuk, maka pesanan tidak bisa ditolak. Heri mengaku kehilangan banyak waktu karena harus mengantri cukup lama.

Dia berharap agar manajemen McDonald’s memperbaiki antrian. Selain efisiensi waktu juga terkait protokol kesehatan Covid-19. Heri tak menampik antrian pesanan justru menimbulkan kerumunan orang.

“Harapannya pihak manajemen McD antisiapasi bukan kaya gini,” katanya.

Keluhan yang sama juga dirasakan oleh Erwin. Pengemudi ojol ini mengaku sempat mengantri lama. Padahal dalam rentang waktu yang sama, dia bisa menyelesaikan 2 hingga 3 pesanan.

Terkait antrian para ojol, Erwin menceritakan memang ada program khusus. Pembeli tidak boleh datang dan mengantri langsung. Pembelian hanya boleh melalui online dan Drive thru.

“Customer enggak boleh beli langsung, harus lewat online, lewat Gojek, Shopee dan Grab. Antrenya kalau sebanyak ini justru waktunya habis sehari ini. Malah rugi,” sambatnya.

Promo ini ternyata tanpa pemberitahuan ke instansi setempat. Khususnya kepada Satgas Covid-19 wilayah. Sehingga muncul antrian panjang mengular di setiap gerai McDonald’s.

Bhabinkamtibmas Wirogunan, Bripka Ervan mengakui sempat muncul antrian sangat panjang. Dari yang awalnya di lahan parkir hingga meluber hingga kawasan jalan raya. Kerumunan ini bertahan cukup lama dari pagi hingga siang hari.

Pihak manajemen restoran, lanjutnya, mematikan aplikasi pemesanan. Langkah ini untuk menghentikan munculnya antrian kerumunan yang lebih panjang. Selain itu juga untuk mengurai kerumunan yang sudah terjadi.

“Tadi aplikasinya dimatikan, sehingga bisa terurai. Kalau untuk prokes ini sebenarnya kurang,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya