RADAR JOGJA – Satpol PP DIJ terpaksa membubarkan antrian restoran cepat saji MCDonald’s program khusus BTS Meal. Kebijakan ini diambil setelah program kolaborasi McDonald’s dengan boyband BTS menimbulkan kerumunan manusia di sejumlah titik. Setidaknya ada 5 titik gerai yang terpantau munculnya kerumunakan.

Kasatpol PP DIJ Noviar Rahmad memastikan ada langkah tegas. Pihaknya langsung menugaskan sejumlah personel untuk melakukan pantauan lapangan. Pilihan tegas berupa pembubaran antrian di seluruh gerai yang ada.

“Tadi saya perintahkan untuk membubarkan kerumunan-kerumunan yang ada di McDonald. Termasuk yang di jalan Kaliurang juga tadi dibubarkan karena memang muncul kerumunan panjang dan lama,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (9/6).

Tak hanya itu, Satpol PP DIJ juga melayangkan surat panggilan. Ditujukan kepada manajemen restoran McDonald’s di wilayah Jogjakarta. Untuk meminta klarifikasi atas pelanggaran yaterjadih terjadi.

Noviar menuturkan setidaknya ada 2 pelanggaran dari program BTS Meal. Pertama tidak mengantongi rekomendasi dari Satgas Covid-19. Mulai dari Satgas di tingkat Kemantren maupun Kapanewon hingga di tingkat Provinsi.

“Jadi tidak ada satupun yang mengantongi rekomendasi dari Satgas di tingkat Kecamatan hingga Provinsi. Lalu pelanggaran kedua ya jelas melanggar prokes karena menimbulkan kerumunan,” katanya.

Noviar mengetahui bahwa program kolaborasi ini bersifat nasional. Artinya tak hanya di Jogjakarta, BTS Meal juga berlangsung di wilayah lain. Walau begitu bukan berarti program bisa berjalan tanpa rekomendasi Satgas Covid-19 setempat.

Rekomendasi, lanjutnya, mengacu pada situasi sebaran Covid-19 setiap wilayah. Sehingga kondisi perwilayah memiliki catatan yang berbeda-beda. Sehingga setiap penyelenggaraan acara tetap wajib patuh saat berlangsung di Jogjakarta.

“Iya walaupun nasional tapi kan di Jogjakarta jadi harus patuh dengan ketentuan yang ada di daerah. Tetap harus mengantongi rekomendasi kalau ada kegiatan atau mengumpulkan orang itu harus ada rekomendasi dari Satgas Covid-19,” ujarnya.

Noviar meminta manajemen restoran cepat saji ini mengevaluasi program BTS Meal. Terlebih setelah muncul kerumunan manusia di 5 gerai. Menurutnya minimalisir sebaran Covid-19 merupakan tanggungjawab bersama.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X) mengimbau agar masyarakat peduli. Apabila abai maka penanganan Covid-19 tak akan pernah rampung. Lemahnya prokes akan menyebabkan lonjakan kasus.

“Sesuai dengan imbauan Pak Gubernur (HB X) kemarin lah. Pertumbuhan kasus masih fluktuatif masih tinggi. Beliau ngendikan mohon kepada pelaku usaha ataupun masyarakat jangan sombong, jangan egois untuk penerapan prokes,” katanya.

Terkait program promo, Noviar memastikan Pemprov DIJ tak sepenuhnya melarang. Tentunya dengan sejumlah catatan penting. Mulai dari meminta rekomendasi dan tidak melanggar prokes Covid-19.

“Kalau ada promo yang akan menimbulkan kerumunan maka harus minta ijin dulu sama satgas minta rekomendasi. Lalu membuat pernyataan bahwa akan menerapkan protokol kesehatan itu menjadi kewajibannya. Kalau tidak bisa melakukan itu maka tidak akan diberikan rekomendasi,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya