RADAR JOGJA – Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Gunadi menuturkan ada sejumlah temuan pasca pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) sampel Covid-19. Bukan varian import namun yang berkembang di Indonesia. Setidaknya ada tiga varian temuan dalam pemeriksaan WGS ini.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Guna melakukan pendalaman tentang temuan ini. Terlebih varian ini juga telah diteliti oleh peneliti di Inggris.

“Ada setidaknya tiga varian yang diduga merupakan varian Indonesia karena jumlah frekuensinya lebih tinggi di Indonesia, yakni B.14.66.2, B.1.470 dan B.1459,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (9/6).

Ketiga varian telah menguasai sebaran Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan hasil kajian, cakupan sebaran varian lokal telah mencapai 70 persen. Temuan inilah yang kemudian diungkap oleh peneliti Inggris.

Gunadi menyebutkan temuan 70 persen hampir ditemukan merata di Indonesia. Artinya sebaran dugaan varian lokal telah mendominasi. Setiap sampel juga memiliki karakter yang sama.

“Frekuensi sebaran di Indonesia menguasai lebih dari 70 persen. Katakanlah 500 sekian sampel, itu 70 sekian persen ditemukan di Indonesia, sehingga para peneliti di Inggris menduga ini varian lokal,” katanya.

Walau begitu, hasil penelitian ini belum sepenuhnya bisa menjadi acuan. Jumlah sampel asal Indonesia terkirim sebagai penelitian mencapai 1.800 specimen. Sementara jumlah total sampel di seluruh dunia mencapai 1,8 juta.

“Jadi kalau mau menyimpulkan masih sulit karena baru 0,1 persen dari total jumlah sampel di dunia. Jadi untuk menyimpulkan masih harus hati-hati,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya