RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 cukup berdampak terhadap sektor pariwisata, khususnya bidang perhotelan dan transportasi. Pihak-pihak terkait melakukan berbagai upaya agar sektor tersebut bisa bangkit.

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Jogjakarta Herryadi Baiin mengatakan, ada 77 hotel anggotanya yang terdampak karena pandemi Covid-19. Selama dua tahun pandemi berjalan, okupansi hotel dapat dibilang merosot tajam.

Herry menyampaikan, okupansi hotel pada libur Lebaran tahun ini merupakan yang terburuk karena hanya berada di angka 10 persen. Hal itu diakibatkan karena dampak dari aturan penyekatan yang diputuskan pemerintah pusat pada saat itu.

Namun seiring dilonggarkannya aturan penyekatan, lambat laun kunjungan pariwisata mulai kembali normal. Okupansi hotel pun mulai ramai meski belum terlalu optimal seperti sebelum masa pandemi.

“Ketika pandemi seperti saat ini, yang paling berdampak adalah sektor pariwisata. Termasuk pada usaha perhotelan dan transportasi,” ujar Herry saat ditemui di Cordia Hotel Jogjakarta, Senin (7/6).

Kondisi itulah yang mendorong bidang usaha perhotelan dan transportasi bersinergi. IHGMA DPD Jogjakarta menjalin kerja sama dengan perusahaan transportasi SatelQu sebagai upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata yang kini terpuruk.

Menurut Herry, fasilitas transportasi cukup penting untuk membangkitkan sektor pariwisata. Terlebih saat ini wilayah Jogjakarta juga didukung dengan kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo.

Dia mengatakan, kebutuhan transportasi dari bandara ke hotel maupun sebaliknya sudah menjadi kebutuhan utama bagi wisatawan. Hal itu juga karena jarak dari YIA ke pusat kota atau fasilitas hotel cukup jauh.

“Kami bersyukur akhirnya SutelQu bisa dapat mengakomodasi dan telah menerapkan prokes ketat dalam layanannya, sehingga kami bisa saling berkerja sama,” terang Herry.

Sementara Direktur Utama SatelQu Florentina Hermawati Endah Setyorini menyampaikan, sebagai mitra land transportation resmi dari YIA telah menyiapkan sebanyak 20 unit armada. Pihaknya juga menyiapkan counter yang representatif di area kedatangan dan telah disiapkan informasi kepada publik tentang rute khusus yang mengacu pada kerja sama itu.

“Dengan demikian hotel-hotel anggota IHGMA DPD Jogjakarta serasa memiliki armada sendiri, tanpa harus membeli dan merawatnya. Selain itu apabila sudah ada reservasi dari hotel, maka petugas ticketing kami di YIA akan assist customer itu,” terangnya. (inu/laz)

Jogja Raya