RADAR JOGJA – Dalam manajemen organisasi pemerintahan pun Pemkot Jogja terus mendorong jajarannya. Beberapa capaian prestasi pun diraih. Di antaranya dengan perdana memperoleh predikat A untuk SAKIP. Juga 12 kali beruntun mendapat predikat opini WTP dalam laporan keuangan dari BPK.

Dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB),  sejak  2016, nilai SAKIP Pemkot Jogja telah mendapatkan predikat BB.  “Perbaikan diawali dengan menyusun proses bisnis yang berdasarkan RPJMD Kota Jogja tahun 2017-2022. Hasilnya dipetakan amanat 13 kinerja utama,” jelas Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti.

Dengan peningkatan kualitas SAKIP yang didasarkan perbaikan proses bisnis dan pelayanan publik, masyarakat merasakan dampak konkret. Terbukti dengan angka kemiskinan pada  2012 sebesar 9,75 persen menurun menjadi 6,98 persen pada  2018, penurunan pengangguran terbuka dari 10,74 persen pada  2012 menurun menjadi 2,32 persen pada 2018, pendapatan per kapita  2012 sebesar 44,26 juta/orang meningkat hingga 79,11 juta/orang pada  2018. “Kualitas infrastruktur yang meningkat, dan Indeks Pembangunan Manusia yang mencapai 86,11  yang merupakan capaian tertinggi di Indonesia,” tegasnya.

Dalam bidang pelaporan keuangan, Pemkot Jogja kembali mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan DIJ. Prestasi yang diraih untuk yang ke-12 kalinya secara berturut-turut.

Opini WTP menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan suatu pemerintahan dalam mengelola keuangan untuk setiap kegiatan. Predikat tersebut diraih setelah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemkot Jogja tahun anggaran 2020 dinyatakan WTP oleh BPK RI perwakilan DIJ. Bagi Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi, penghargaan ini bukanlah tujuan. Melainkan sebuah bonus untuk pemkot. “Namun yang paling utama adalah bagaimana menjaga tanggung jawab dan komitmen untuk menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Jogja, Wasesa. Dia berharap ke depan Pemkot terus untuk patuh dan taat pada aturan kepatutan sehingga apa yang direncakan benar benar mencerminkan tata pemerintahan yang baik dan bersih. “Dengan begitu masyarakat yang akan merasakan dampaknya secara langsung,” ucapnya. (wia/pra)

Jogja Raya