RADAR JOGJA – Dalam sepekan terakhir terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul. Konfirmasi terinfeksi virus korona terbaru dialami puluhan pekerja sebuah pabrik tas wilayah Kapanewon Playen. Untuk memutus mata rantai persebaran, kini sedang dilakukan tracking oleh petugas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, total ada 20 pekerja pabrik tas di Padukuhan Nogosari, Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen, yang terkonfirmasi positif Covid-19. Meski demikian, asal muasal kasus pihaknya belum bisa menyampaikan kepada publik.

“Masih berlangsung tracking,” kata Dewi Irawaty saat dihubungi Minggu (6/6). Dari data terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, ada 3.203 kasus, sembuh 2.838 kasus dan masih dalam perawatan 210 kasus. Adapun untuk yang meninggal ada 155 kasus.

“Hari ini terkonfirmasi positif tambah 24 kasus dan yang sembuh ada 30 orang, sementara satu kasus meninggal dunia,” ujar Dewi.

Dia mengakui dalam sepekan terakhir ada peningkatan kasus Covid-19 dari hasil tracking warga. Dewi mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, tidak berkerumun, hingga selalu mencuci tangan setelah beraktivitas. “Jangan sampai lengah agar pencegahan Covid-19 dapat ditekan,” ucapnya.

Menurut Dewi, dibanding awal pandemi tenaga kesehatan (nakes) kini bergerak lebih cepat jika terdapat kasus baru. Masyarakat juga mulai terbuka terkait kondisi kesehatan. Hanya memang masih ada sebagian kecil warga yang sulit mematuhi prokes.

Padahal prokes menjadi kunci utama pengendalian persebaran Covid-19. “Jika memang ada keluhan, segera ke faskes (fasilitas kesehatan) terdekat agar lebih cepat tertangani,” ujarnya.

Sementara itu seorang karyawan pabrik tas di Kapanewon Playen Titi saat dihubungi mengaku sedang menjalani isolasi mandiri. Meski hasil rapid test antigen dinyatakan negatif, ia tetap masih menunggu tes lanjutan swab.
Dia mengaku tidak ada gejala seperti batuk, pilek maupun demam. “Secara umum kondisi kesehatan saya baik, tak ada keluhan,” kata Titi.

Terpisah, Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gunungkidul Ahsan Jihadan ketika dimintai tanggapan terkait munculnya klaster pabrik, mengaku belum menerima laporan. Untuk lebih lanjut ia segera berkoordinasi dengan Satgas Covid-19. (gun/laz)

Jogja Raya