RADAR JOGJA – Jogja kota sepeda bukan lagi romantisme masa lalu. Atau sekadar wacana. Pemkot Jogja mulai mengampanyekan sepeda menjadi alat transportasi sehari-hari. Termasuk sebagai daya tarik wisata di Kota Jogja.

Bagi Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi, upaya ini juga sebagai respon terhadap kondisi udara di Kota Jogja. Diakuinya polusi udara di Kota Jogja cenderung memburuk dengan banyaknya kendaraan bermotor. Salah satu upaya mengatasinya dengan menyediakan jalur sepeda. Juga jalur pedestrian bagi pejalan kaki. “Tujuannya ketika ada jalur sepeda maupun pedestrian, masyarakat bisa memanfaatkannya,” kata HP.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko mengatakan, dalam bidang pariwisata, salah satu target yang akan dicapai yaitu akan mengembalikan trademark Kota Jogja menjadi kota sepeda. Dengan membentuk lima jalur sepeda wisata. “Jalur ini akan mengkoneksikan antara beberapa obyek wisata, kuliner, atraksi wisata, hingga obyek budaya,” katanya kemarin (5/6)

Dengan begitu, lanjut Wahyu, wisatawan yang menggunakan lima jalur sepeda wisata ini tidak hanya mendapatkan pengalaman wisatanya saja. Melainkan, mendapatkan storynomics tourism atau pendekatan pariwisata yang mengedepankan storytelling atau narasi dari masing-masing obyek wisata tersebut. “Jadi mereka ini akan juga mendapatkan pengetahuan, tidak hanya sekedar wisatanya saja,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja itu menambahkan, jalur sepeda wisata tersebut sudah disiapkan hingga diberi branding nama. Pertama, ialah romansa kota lawas dengan panjang rute sekitar 12 kilometer (km). Kedua, tilik jeron beteng, panjangnya sekitar 8 km. Nanti, rute ini akan melintasi daerah-daerah wilayah keraton. Ketiga, jelajah kampung susur sungai, yang nanti akan dicoba menggabungkan antara beberapa kampung wisata dengan pinggir sungai yang sudah tertata. Keempat, jelajah kampung harmoni kota, rute ini akan mencoba mengajak wisatawan untuk berkeliling kampung dengan menunjukkan beberapa sudut kota.

Kelima, taman pintar taman budaya, ini merupakan rute terpendek yakni 6 km saja. Rute terakhir ini yang akan menggambarkan Kota Jogja dari sisi teknologinya yaitu di Taman Pintar dan dari sisi budayanya di Taman Budaya yang ada di Giwangan. “Ini semua masuk dalam inovasi sport tourism lewat program Monalisai yaitu menikmati harmoni Jogja dengan lima jalur sepeda wisata,” jelasnya.

Ke depan program ini akan diintegrasikan dengan berbagai pihak terkait untuk sosialisasinya. Bagian koordinasi program Monalisa menjadi kewenangan BP2KY. Sebagai tour leader atau PIC ialah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Jogja. Sementara, pihak yang membantu memasarkan dari program tersebut ialah dari PHRI dan Asita. Sedangkan, dari PKK, kampung wisata, dan LMPK di wilayah yang akan menyiapkan berbagai kuliner, sajian atraksi wisata, budaya, dan kerajinan. “Sejauh ini untuk jalurnya sudah jadi dan tinggal melengkapi saja. Nanti akan ada investor yang membantu penyediaan sepeda dan perlengkapan yang ada,” terangnya. (wia/pra)

Jogja Raya