RADAR JOGJA – DUNIA tarik suara seperti bagian hidup dari Scholastica Berty Anstaca Formayla,23. Gadis kelahiran Kulonprogo ini sudah menekuni dunia musik sejak masih duduk di bangku kanak-kanak.

Beberapa waktu lalu, di sebuah festival bahkan dia juga sempat tampil di depan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Caca, panggilan akrabnya sudah menekuni dunia musik terhitung sejak masih di bangku kanak-kanak. Kala itu, dia sering mengikuti berbagai lomba menyanyi dan memainkan berbagai alat musik.

Gadis kelahiran Kulonprogo 30 Mei 1998 ini menceritakan, musik seperti sudah menjadi bagian hidupnya. Setiap hari tiada hari tanpa bermusik. Entah itu latihan vokal atau hanya sekedar memainkan alat.

“Sejak TK mulai aktif ikut lomba-lomba dan sampai sekarang juga aktif bergabung dengan grup band,” ujar Caca kepada Radar Jogja, Jumat (4/2)
Saat ini, Caca tengah aktif menekuni aliran musik dengan nuansa etnik. Bukan tanpa alasan, karena menurutnya musik etnik adalah salah satu aliran musik yang unik karena menggabungkan nuansa modern dan tradisional.

Dengan menekuni aliran musik etnik itu, Caca ternyata juga punya misi mengenalkan budaya asli tanah kelahirannya kepada dunia. Sehingga, tak jarang dalam setiap karyanya selalu diselipkan beberapa nuansa khas Kulonprogo.

Belum lama ini, bersama dengan grup band Musisi Kulonprogo, Caca juga sempat tampil di depan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno.

Ia dan jawatannya merupakan peserta dalam perlombaan musik komunitas tingkat nasional yang digelar oleh kementerian terkait.
Mahasiswi Manajemen Informasi Kesehatan UGM ini mengaku bangga bisa turut serta dalam lomba tersebut. Karena selain bisa tampil di depan orang penting, bersama band musisi Kulonprogo dia juga berhasil mengharumkan tanah kelahirannya.

Sebab kala itu musisi Kulonprogo saat itu berhasil masuk nominasi lima besar dari sebanyak 419 peserta. Serta berhasil menyabet juara harapan dua dalam perlombaan tersebut. “Tentu saya punya kebanggaan tersendiri,” terangnya.
Sebelumnya, Caca melalui lagu yang berjudul Damai Kulonprogo juga sempat menyita perhatian warganet. Karena dengan karya yang dibuat bersama beberapa musisi Kulonprogo itu, dia telah memberikan semangat kepada masyarakat untuk menghadapi pandemi.

Melalui lagu Damai Kulonprogo, Caca juga melakukan penggalangan dana untuk membantu para petugas medis yang saat itu membutuhkan alat pelindung diri (APD). Dalam lagu tersebut juga berisi pesan bahwa setiap kepentingan pribadi semestinya bisa dikalahkan untuk kepentingan seluruh orang. Khususnya dalam menghadapi pandemi korona.

Dia berharap lagi tersebut bisa menjadi jembatan untuk menyelesaikan semua permasalahan. Tidak hanya untuk menghadapi pandemi korona saja. ”Lirik lagu ini sangat umum,” ucapnya. (inu/bah).

Jogja Raya