RADAR JOGJA – Kutu rambut sempat jadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Hingga dua atau tiga dekade lalu, jumlah masyarakat yang memiliki tumo pada rambutnya cukup banyak.

Kepala Puskesmas Gedongtengen Jogja dr Tri Kusumo Bawono menyatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan banyaknya orang yang memiliki kutu di masa lalu. Dahulu diakui kepedulian masyarakat terhadap kesehatan rambut masih belum tinggi.

Jarang orang yang melakukan perawatan rambut secara khusus. Bahkan disebutkan Tri, dulu bahkan orang yang mandi dengan menggunakan sampo juga terbilang masih jarang. Hal itu menyebabkan penularan kutu dari satu kepala ke kepala yang lain terbilang sangat cepat.

“Selain itu dulu antara kakak beradik biasanya tidur dalam satu kamar, jadinya ya cepat nularnya,” kata Tri. Lebih lanjut dokter berusia 49 tahun itu menyatakan, salah satu cara yang dilakukan masyarakat untuk menghilangkan atau sekadar mengurangi kutu di kepala adalah dengan cara petan.

Biasanya petan dilakukan oleh dua orang atau lebih. Petan juga dilakukan secara bergantian. Tri menyatakan ada beberapa manfaat yang bisa didapat dari kebiasaan petan. Selain mengurangi jumlah kutu, petan juga bisa menimbulkan rasa bahagia bagi pelakunya. “Orang petan itu kan santai, sambil cerita-cerita gitu,” lanjutnya.

Dalam proses petan itu, duhulu ada sebagian masyarakat yang kurang puas ketika mereka hanya mendapatkan kutu yang dicari. Tapi kutu itu juga harus segera dibunuh. Salah satu caranya dengan digigit. Menurut Tri, hal itu sebenarnya aman saja dilakukan. Asalkan tidak terlalu berlebihan.

Menurut Tri, ada satu efek buruk yang bisa ditimbulkan dari proses petan. Yakni, timbulnya koreng atau biasa yang disebut borok di kepala. Hal itu bisa muncul karena tangan-tangan yang menelusuri rambut dalam proses petan sedang kotor.

“Nah, itu yang bisa menimbulkan koreng atau yang di Jawa kerap disebut borok,” tandas sosok yang mengaku ketika kecil pernah memiliki kutu di rambutnya itu.

Belakangan jumlah orang yang memiliki kutu di kepalanya semakin sedikit. Selain karena tingkat kebersihan masyarakat sudah jauh meningkat, kini juga sudah ada banyak sekali produk sampo yang khusus untuk membersihkan kutu pada rambut. (kur/laz)

Jogja Raya