RADAR JOGJA – Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengajak para kolektor untuk membeli karya seni rupa seniman Indonesia. Kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tentu berdampak pada roda perekonomian para seniman. Selain tidak adanya pameran seni rupa, juga tak ada orderan dari para kolektor.

Pernyataan ini dia sampaikan saat menghadiri pameran Akara di Gedung Kantor DPD PDI Perjuangan DIJ. Bertajuk Merealisasikan Nilai-Nilai Perjuangan Bung Karno, pameran ini menyajikan karya dari 77 seniman dan sebagai bentuk perayaan bulan Bung Karno.

Lukisan yang disajikan memiliki corak yang beragam. Mulai dari yang beraliran realis hingga gaya abstrak. Seluruhnya tersaji di setiap dinding panel ruang pamer. Tercatat hampir setengah dari karya telah laku begitu pameran dibuka.

“Seniman perlu dibantu diapresiasi, istri saya tadi pesan beli. Ini saya juga beli. Mari teman-teman beli karya seniman-seniman Indonesia,” jelasnya ditemui usai pembukaan pameran Akara, Sabtu (5/6).

Menurutnya, karya perupa Indonesia memiliki ciri khas tersendiri. Terlebih setiap perupa memiliki karakter yang berbeda. Keunikan-keunikan inilah yang kerap menjadi buruan para kolektor.

Dia berpesan agar seniman khususnya perupa tetap berkarya. Walau kondisi pandemi Covid-19, bukan berarti karya harus mati. Pandemi justru dapat menjadi inspirasi dalam berkarya.

“Saya yakin ini yang menjadi ekpresi para seniman mudah-mudahan bisa ditangkap dengan baik. Beberapa (karya) pelukis separuhnya sudah terbeli. Ini mendapatkan apresiasi oleh para kolektor lukisan,” katanya.

Tak hanya Pramono Anung, terlihat juga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan anggota DPR RI Krisdayanti hadi dalam pembukaan pameran ini. Sementara perwakilan Pemprov DIJ diwakili oleh Wakil Gubernur DIJ Paku Alam (PA) X.

Ketua Badan Kebudayaan Nasional DPD PDIP DIJ, Eno Dewanti menuturkan konsep besar pameran adalah merayakan bulan Bung Karno. Pertama adalah Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni. Berlanjut dengan hari kelahiran sang proklamator, 6 Juni.

“Tema pameran ini mengambil nilai-nilai perjuangan Bung Karno. Sehingga mengajak seniman menorehkan perjuangan Bung Karno melalui lukisan dan karya mereka,” ujarnya.

Eno menambahkan, pada awalnya pameran akan diikuti oleh 78 perupa. Sayangnya salah seorang perupa meninggal dunia sebelum karya rampung. Sehingga seninan yang terlibat dalam pameran ini hanya 77 orang.

“Awalnya 78 seniman tapi ada satu yang wafat dalam pengerjaan karya. Sehingga hanya 77 yang berpartisipasi. Seniman (yang meninggal dunia) ini adalah Joko Mulyono,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya