RADAR JOGJA- Bayi orang utan kalimantan lahir di Kebun Binatang Gembira Loka (GL Zoo) pada Jumat (4/6) dini hari sehingga menambah koleksi satwa liar GL Zoo.

Humas GL Zoo,  Muh. Fahmi mengatakan bayi yang lahir dari induk jantan bernama Popo ,38,  dan  betina Joy, 32  itu lahir pada 4 Juni 2021 dini hari dengan berat badan 1,57 kilogram.

Setelah kelahiran itu petugas sempat melakukan training agar induk mau menyusui.

“Tidak ada perubahan perilaku pada induk orangutan dan puting susu tidak terlihat menonjol,”katanya.

Menurut Fahmi hari pertama sejak kelahiran, perawatan satwa melakukan pemantauan,namun masih belum terpantau induknya menyusui bayinya.

“Belum ada perubahan perilaku pada induk betinanya, outing susunya tidak terlihat menonjol ,karena itu perawatan berupa mentraining agar induk mau menyusui,”jelasnya.

Fahmi menambahkan selama 30 jam sejak kelahiran ,perawat memberi susu formola kepada bayi orang utan.Selanjutnya secara berkaladiberikan susu setiap 3 jam. Selama dua hari pasca kelahiran bayi orang utan dari hasil pemantauan, sang induk belum juga mau menyusui, maka diputuskan untuk dilakukan hand rear(rawat manusia).

“Pasca dilakukan hand rear,terpantau kondisi induk normal. Bayi orangutan dalam kondisi baik.Suhu tubuh stabil dan minum susu lancar 150-160 ml/hari sesuai berat badan,”jelasnya.

Proses urinasi dan fases masih lancar,petugas terus melakukan observasi dan perawatan intensif selama 14 hari untuk memastikan kondisi anak baik dan sehat. Setiap hari perawat satwa memantau dan menimbang berat badan,suhu tubuh dan berjemur.

Dengan kelahiran bayi orangutan Kalimantan,kini jumlah orangutan GL Zoo menjadi sebelas ekor yang terdiri 4 jantan dan 7 betina. GL Zoo sebagai kebun binatang yang berfungsi  sebagai lembaga konservasi ex-situ, terus menunjukkan andilnya dalam menjalankan pengebangbiakan terkontrol, hingga penyelamatan tumbuhan dan satwa dengan tetap mempertahankankemurnian jenisnya, termasuk satu diantaranya adalah orangutan yang diklarifikasi oleh IUCN kedalam katagori kritis dan dilindungi berdasarkan Undang-undang (UU) Nomer 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dan Peraturan Menteri LHK No.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Menurut Fahmi kelahiran ini merupakan salah satu aksi dari GL Zoo berkontribusi langsung dalam upaya pelestarian terhadap satwa yang kedudukkannya semakin tersudutkan, seiring  ancaman di alam luar yang terus meningkat karena konflik dan pembalakan hutan yang semakin jauh dari kata lestari.

“Mari bersama kita ciptakan dunia yang seimbang dan sekaras  dengan saling menjaga satwa dan tumbuhan dimana pun berada,”ajaknya. (sky)

Jogja Raya