RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X melontarkan usulan menarik untuk mengatasi masalah perparkiran di kawasan Malioboro. Dia mewacanakan adanya parkir premium dengan tarif parkir berdasarkan jarak menuju Malioboro.

HB X mengakui masalah perparkiran di sekitaran Malioboro cukup kompleks. Terlebih kawasan yang menjadi ikon Kota Jogja ini kerap dipadati kendaraan wisatawan, sehingga pemerintah kesulitan mengatur arus lalu lintas maupun kendaraan yang hendak parkir.

Gubernur mengatakan hal ini ketika ditanya adanya keluhan dari warga lewat media sosial karena “dituthuk” saat parkir di Jalan KH Ahmad Dahlan, tak jauh dari Titik Nol Kilometer. Meski dengan pelat mobil Jogja, ia dikenai parkir Rp 20 ribu. Belakangan diketahui lokasi parkir itu ilegal karena ada garis berbiku-biku tanda larangan parkir.

Dikatakan gubernur, parkir premium adalah dengan memberlakukan tarif parkir berdasarkan jarak menuju Malioboro. Semakin dekat lahan parkir dengan Malioboro, tarif parkirnya semakin mahal. Begitu juga sebaliknya.
“Ya sudah yang dekat Malioboro nyatakan saja premium. Parkir di Malioboro dibuat mahal. Makin jauh parkirnya dari Malioboro, murah. Gitu kan saja,” jelas bapak lima puteri yang juga raja Keraton Jogja ini kepada wartawan Rabu (2/6).

Namun dikatakan, untuk mewujudkan ide itu harus disertai adanya keputusan dan dasar peraturan yang jelas. Termasuk aturan penentuan tarif parkir berdasarkan jarak menuju Malioboro. “Keputusan itu harus ada dan jelas. Agar tidak disalahgunakan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho menyambut baik wacana parkir premium di kawasan Malioboro. Sebab, selama ini tarif parkir di hampir semua tempat wisata sama.

Seharusnya, lanjut Agus, tarif parkir di kawasan wisata mencontoh parkir di pusat perbelanjaan, ada tarif parkir biasa, ada yang khusus VIP, dan sebagainya. Namun perbedaan tarif parkir itu harus dibarengi dengan pelayanan yang berbeda. “Saya kira apa yang diwacanakan Pak Gubernur cukup bagus,” ujarnya. (kur/laz)

Jogja Raya