RADAR JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja resmi menutup satu warung lesehan pecel lele di Jalan Perwakilan kawasan Malioboro. Langkah ini merupakan sanksi atas tindakan memasang harga dengan tidak wajar. Tepatnya menu pecel lele yang disajikan dan dijual secara terpisah.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menegaskan penutupan warung adalah wujud konsekuensi. Hasil investigasi memang ada pemberian harga tidak wajar kepada pembeli. Alhasil kasus ini sempat viral di sejumlah media sosial selama beberapa hari belakangan.

“Satu oknum, warungnya saya tutup sampai 6 Juni. Harus mengubah daftar menu agar lebih jelas dan tidak merugikan. Lalu harus membongkar bangunan yang berada di trotoar,” tegasnya ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/5).

Heroe menambahkan, dari hasil investigasi, sejatinya ada 3 warung  yang terbukti tidak wajar. Ketiganya memiliki modus yang sama, mematok harga terpisah untuk setiap menunya. Kedua pedagang lainnya juga mendapat sanksi. Hanya saja keduanya bisa beroperasi kembali besok, Selasa (1/6).

Kepada kedua pedagang, diberikan peringatan yang sama. Untuk membersihkan lapak di ruas trotoar jalan perwakilan. Ini karena area berjualan telah mengganggu wilayah pejalan kaki.

“Kami minta untuk membongkar bangunan di trototar lalu mengubah daftar harga juga. Supaya lebih jelas dan tidak terlalu tinggi dengan alasan yang tidak jelas. Kami juga minta perijinan untuk dipatuhi,” katanya.

Heroe memastikan pemberian sanksi sesuai ketetapan. Pertimbangannya para pedagang tersebut tidak berjualan di trotoar Malioboro. Melainkan menyewa lahan atau tempat berdagang.

Warung di wilayah pertokoan, lanjutnya, memiliki lajur perijinan yang berbeda. Wewenangnya berada di pemerintah pusat. Berupa tanda daftar usaha pariwisata (TDUP).

“Sanksinya memang sementara, karena ini berbeda dengan PKL. Ini warung yang punya toko sehingga lebih terlindungi dalam proses usaha.¬† Kalau PKL pakai lahan kami, sehingga lebih mudah mengawasi kalau pertokoan itu TDUP,” ujarnya.

Satpol PP Kota Jogja memanggil ketiga pemilik warung siang tadi. Hasil investigasi ada tiga warung yang terindikasi mematok harga tidak wajar. Ketiganya adalah rumah makan Cipta Rasa, rumah makan Pojok 3 dan rumah makan Baroqah.

Ketiga pemilik rumah makan juga mengakui kesalahannya. Yaitu menjual makanan pecel lele diatas harga kewajaran yang berada di Kawasan Malioboro. Ketiga pemilik warung juga sanggup merubah daftar menu dan daftar harga sesuai dengan konsep warung lesehan di Kawasan Malioboro.

“Sanksi untuk rumah makan Cipta Rasa dan Pojok 3 dengan sukarela menutup sendiri warung makannya dari 29 Mei sampai 31 Mei. Lalu rumah makan Baroqah dengan sukarela tutup hingga 6 Juni,” kata Kasatpol PP Kota Jogja Agus Winarto. (dwi/sky)

Jogja Raya