RADAR JOGJASejoli menjadi korban kecelakaan laut (laka laut) di pantai selatan, Gunungkidul, Minggu (30/5). Mereka terseret ombak saat berenang di Pantai Ngluwen, Kalurahan Krambil Sawit, Kapanewon Saptosari. Satu korban ditemukan tewas, sementara satunya masih dalam pencarian.

Peristiwa nahas itu berlangsung sekitar pukul 09.00. Korban meninggal bernama Derbita Nadifa Shafira, 19, asal Suko­harjo, Jawa Tengah. Kemudian Muhammad Rois Chaq,19, war­ga Umbulharjo, Kota Jogja, di­nyatakan hilang dan masih dalam upaya pencarian petugas.

Menurut keterangan saksi Agus Iswanjono, sebelum kekadian dua korban diketahui sedang berkemah di Pantai Ngluwen. Pagi itu mereka tengah bermain air di lokasi kejadian. Padahal saat itu air laut sedang pasang dan menyebabkan gelombang menjadi tinggi.

”Tiba­tiba ombak besar datang dan langsung menyeret kedu­anya ke tengah laut,” kata Agus. Warga yang mengetahui peris­tiwa ini langsung bergerak melakukan upaya pertolongan. Mereka berteriak dan mendapat respons dari tim SAR maupun nelayan di sekitar lokasi.

Namun, derasnya ombak me­nyulitkan upaya regu penyelamat dalam menunaikan tugasnya. Beberapa waktu kemudian per­sonel yang dikerahkan dan di­bantu para nelayan, berhasil me ngevakuasi satu korban. ”Pro­ses evakuasi dilakukan de ngan perahu milik salah seorang ne­layan,” ujarnya.Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gu­nungkidul Marjono mengatakan, satu korban atas nama Derbita Nadifa Shafira berhasil ditemu­kan dan dievakuasi ke perahu nelayan. Namun, korban sudah dalam kodisi tidak bernyawa.

”Sementara satu lagi atas Mu­hammad Rois Chaq, kini sedang dalam pencarian petugas,” ka­ta Marjono.Selain pencarian di laut, petugas SAR juga melakukan pemantau­an dari atas tebing di sekitar pan­tai. Tugas penyelamatan terhadap korban melibatkan 30 personel. Pihaknya juga meminta kepada nelayan atau masyarakat jika mengetahui keberadaan korban agar menghubungi petugas.”Gelombang tinggi menerjang berbagai kawasan pantai sela­tan sejak Rabu pagi.

Berdasar­kan catatan kami, tinggi gelom­bang mencapai empat meter lebih,” ungkap Marjono.Akibat badai menerjang, para nelayan yang selama ini me­markir kapalnya di pinggir pan­tai, tidak sempat menyingkirkan hingga banyak yang mengalami kerusakan akibat terbawa arus gelombang tinggi. Di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjung sari, misalnya, nelayan dan warga harus dibuat gaduh karena datangnya ombak besar ini. ”Untuk kawasan Pantai Baron, dari 90 kapal nelayan di anta­ranya mengalami kerusakan terkena ombak besar,” ucap Marjono. (gun/laz/fj)

Jogja Raya