RADAR JOGJA – Dunia wisata Jogja kembali viral akibat adanya dugaan pungutan liar. Setelah kasus harga pecel lele selangit, kini destinasi wisata di Malioboro┬áviral akibat tarif parkir ┬ámobil sebesar Rp20 ribu yang biasanya hanya Rp5 ribu. Kejadian ini berlangsung Minggu malam (30/5) tepatnya pukul 23.30.

Dalam unggahan di media sosial tersebut, seorang pria mengeluhkan tarif parkir di kawasan jalan Kyai Ahmad Dahlan. Tepatnya di depan Museum Sonobudoyo atau barat gedung BNI. Selain itu juga terunggah foto karcis parkir bertuliskan Rp 20 ribu.

“Kami sudah minta teman di Dishub Kota Jogja untuk mencari dan investigasi. Dimana lokasi parkir dan siapa yang menarik dengan sejumlah tarif itu,” jelas Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi ditemui di Balai Kota Pemkot Jogja, Senin (31/5).

Heroe tak ingin terburu-buru memberikan pernyataan. Dia ingin memastikan apakah lokasi tersebut legal atau ilegal. Sehingga bisa menentukan tindakan setelahnya.

Kota Jogja sendiri memiliki 3 skenario penerapan tarif parkir. Pertama lahan parkir yang dikelola oleh pemerintah, lalu yang dikelola oleh swasta. Terakhir adalah accidental apabila ada gelaran event tertentu.

“Tapi itu semua juga tetap mengajukan ijin untuk kelola parkir. Ini kami pastikan dulu, apakah wilayah itu masuk zona parkir atau tidak. Lalu kalau iya apakah lokasi tarif premium atau tidak,” katanya.

Penerapan tarif premium memiliki kebijakan berbeda. Mulai dari tarif dasar yang berbeda dengan tarif umum. Selain itu juga ada penerapan tarif progesif untuk kelipatan waktu.

“Kalau swasta dan tempat tertentu memungkinkan progresif dengan catatan 4 kali lipat. Tapi dalam mengatur itu setiap penyelenggara tempat parkir swasta selalu cantumkan Perda dan tarif dasarnya. Lalu progesif perjam berapa agar masyarakat tidak bingung,” ujarnya.

Kabid Perparkiran Dishub Kota Jogja Imanudin Aziz berhasil melacak lokasi parkir. Berdasarkan keterangan foto terlampir, lokasi berada di barat gedung BNI. Zona tersebut, lanjutnya, terlarang untuk lokasi parkir.

Penjaga parkir diakui olehnya kerap berganti. Sehingga tidak mudah untuk melacak pelaku dugaan pungutan liar. Pihaknya juga akan berkerjasama dengan Satreskrim Polresta Jogja guna langkah penyelidikan pungutan liar.

“Kalau dilihat dari lokasinya memang ilegal, tidak diperbolehkan untuk parkir. Karcisnya juga tidak resmi. Apalagi di titik itu ada garis biku-biku larangan parkir,” katanya.

Terkait tarif parkir, sejatinya kawasan Jalan Kyai Ahmad Dahlan memiliki patokan. Untuk lokasi parkir legal sebesar Rp 2 ribu untuk kendaraan roda empat. Tarif ini berlaku flat atau datar sepanjang waktu.

Dia menduga pelaku juru parkir liar memanfaatkan momentum akhir pekan. Diketahui bahwa saat itu kondisi kawasan Malioboro sangatlah ramai. Berimbas pula pada kantong-kantong parkir di sekitarnya.

“Ini aji mumpung saat wisatawan Jogja banyak kemudian tidak ada petugas yang mengawasi 24 jam kemudian membuka kantong parkir ilegal. Malam ini akan kami datangi lagi untuk mencari pelakunya,” ujarnya. (dwi/sky)

Jogja Raya