RADAR JOGJA – Umat Buddha merayakan hari besar Waisak, hari ini (26/5). Sebagian adalah umat Buddha dari Vihara Karangdjati yang terletak di Jalan Monjali, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Waisak di Vihara Karangdjati tahun ini mengusung tema ‘Cinta Kasih Membangun Keluhuran Bangsa’. Pengurus Vihara Karangdjati Pandita Muda Totok Tejamano menyatakan, tema itu adalah tema dari Keluarga Buddhis Theravada Indonesia.

Menurut Totok, tema itu sesuai dengan kondisi saat ini. Harus punya cinta kasih terhadap diri kita, sesama manusia, dan juga seisi alam semesta. “Misalnya dengan menerapkan protokol kesehatan, itu bentuk cinta dan kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain,” ujarnya Selasa(25/5).

Ia mengajak semua pihak untuk memiliki pemikiran luhur. Memberikan kebahagiaan untuk makhluk lain. Sebisa mungkin umat manusia bisa memberikan manfaat. “Umat kami memang kecil, tapi sebisa mungkin bisa berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Perayaan Waisak di Vihara Karangdjati sendiri dilakukan dengan cara terbatas. Peserta yang hadir tak lebih 30 orang. Padahal di hari sebelum adanya pandemi Covid-19, Vihara yang terletak di tepi sawah itu bisa menampung ratusan orang ketika perayaan Waisak.

Mereka yang hadir pada Waisak kali di Vihara Karangdjati juga haruslah mereka yang dalam kondisi benar-benar sehat. Selain itu, pihak vihara juga memberikan kemudahan baru umatnya yang tak bisa hadir langsung di vihara.

Ada layanan streaming menggunakan kanal-kanal media sosial untuk menyiarkan sesi doa yang dilakukan di vihara. “Mereka yang hadir langsung sudah kami data terlebih dahulu dan kami pastikan adalah orang sekitaran Jogjakarta yang kerap hadir di sini sebelumnya,” tandasnya.

Menurut pantauan Radar Jogja Selasa, (25/5) para pengurus Vihara Karangdjati sudah menyiapkan segala keperluan untuk perayaan Waisak kali ini. Lilin, buah, bunga, dan persembahan yang lain sudah disiapkan dan dipasang sejak sore. (kur/laz)

Jogja Raya