RADAR JOGJA – Rumput Alun-alun Utara komplek Keraton Jogja terbakar, Selasa (25/5). Belum diketahui pasti penyebab dari kebakaran tersebut.

Abdi Dalem Golongan Protokol Keraton Jogja, Kanjeng Mas Tumenggung Iswanto Puroprojowinoto mengatakan kejadian terbakarnya rumput alun-alun itu sekitar pukul 13.00. Namun, 30 menit berselang kebakaran langsung bisa teratasi dengan mobil pemadam kebakaran. “Untungnya ada wisatawan yang cepat-cepat lapor ke posko, jadi teman-teman kami yang piket lapor ke kantor damkar (pemadam kebakaran),” katanya kepada Wartawan.

Hanya, banyak versi dugaan penyebab dari kebakaran yang difaktori utama karena rumput alun-alun utara sisi barat tersebut dalam kondisi kering dan tinggi. Dugaan versi abdi dalem itu, karena orang membuang puntung rokok di dalam alun-alun tersebut sehingga mengakibatkan sebagian lahannya kebakaran.

“Pembuang puntung rokok tidak bisa dilacak karena jarak antara orangnya (pembuang puntung rokok) tidak langsung wuss terbakar. Mungkin sedikit-sedikit kemudian terbakar, orangnya udah pergi,” ujarnya.

Disebut bahwa kondisi rumput kering tersebut karena faktor pemberian cairan obat penyemprot untuk rumput dalam rangka untuk pemeliharaan. Sebab, para Abdi Dalem tidak diperkenankan memotong atau mencabut rumput ilalang. “Dan karena rumput ini kan tidak boleh dipotong atau dicabut sehingga dengan disemprot ini kemudian terus kering,” jelasnya.

Terkait, tindak lanjut dari rumput yang tumbuh tinggi itu, pihaknya hanya bisa menunggu kebijakan dari Keraton Jogja. “Kita tunggu dawuh beliau,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja, Octo Noor Arafat mengatakan dugaan sementara kebakaran yang menghanguskan lahan Alun-alun Utara sekitar 8×8 meter itu karena pembakaran sampah yang merambat. “Kami hanya mendapat laporan langsung belum ada investigasi penyelidikan di lapangan untuk penyebabnya,” katanya.

Meski begitu, kebakaran yang terjadi tidak terlalu luas. Maka tidak butuh waktu lama untuk petugas pemadam kebakaran memadamkan api. Dengan pengerahan dua unit mobil damkar, pemadaman si jago merah cepat terkondisi. “Kami punya respon time 15 menit, yang bergerak teman-teman posko Mojo yang menerima laporan langsung dan dibantu satu regu posko induk yang meluncur,” ujarnya.

Menurutnya, yang perlu menjadi kewaspadaan masyarakat saat musim seperti ini yaitu terkait dengan kebakaran lahan. Ini terjadi selama 2 pekan ini, ada 3 kejadian kurang lebih di Kota Jogja dengan kebakaran lahan.
Dia juga tidak menampik bahwa kondisi rumput di Alun-alun Utara itu memang benar-benar kering. Tetapi, sekaligus peristiwa ini menjadi satu edukasi untuk masyarakat agar tingkatkan kewaspadaan dimusim saat ini. “Tadi pagi juga hujan sementara, mungkin juga tidak semua dalam keadaan basah rumputnya,” imbuhnya. (wia/bah)

Jogja Raya