RADAR JOGJA- Forum Pemantau Independen  (Forpi) Kota Jogja, Senin (24/5) melakukan pemantauan disejumlah SD Negeri di Kota Jogja, pada hari pertama pelaksanaan ASPD mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia.

Kepala SD Negeri Tegalpanggung Kota Jogja, Purwati Handayani, mengatakan sebanyak 42 siswa yang terdiri dari 23 siswa laki-laki,19 siswa perempuan dan iga Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengikuti pelaksanaan Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD).

“Ketiga ABK ini tidak perlu pendamping dari Guru Pendamping Khusus (ABK) karena mengalami lamban belajar  (slow leaner). Terdapat ada lima ruangan yang digunakan untuk pelaksanaan ASPD,”katanya.

Sementara itu Anggota Forpi Kota Jogja Baharuddin Kamba menuturkan, dari hasil pemantauan Forpi Kota Jogja  di SDN Tegalpanggung Kota Jogja ini pelaksanaan protokol kesehatan  (prokes) dijalan dengan baik.

“Mulai dari pengecekan suhu badan, tempat cuci tangan dan didaftar kehadiran para siswa juga ditulis jumlah suhu tubuh masing-masing siswa,”jelasnya.

Kamba menambahkan, Secara umum pelaksanaan ASPD pada hari pertama berjalan dengan baik dan lancar. Tidak ada temuan yang melanggar prokes maupun kecurangan dalam pelaksanaan ASPD.

“Forpi Kota Jogja berharap pelaksanaan ASPD pada di hari selanjutnya tetap memperhatikan protokol kesehatan dan mengedepankan nilai-nilai kejujuran,”tegasnya.

Sementara pelaksanaan ASPD di SDN Lempuyangwangi Kota Jogja  sebanyak 84 siswa yang mengikuti ASPD pada hari pertama.

Kepala SDN Lempuyangwangi Kota Jogja, Esti Kartini mengatakan pelaksanaan ASPD tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sama halnya pada saat simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah ini. Di SDN Lempuyangwangi Kota  Jogja tidak ada Anak Berkebutuhan Khusus  (ABK).

“Prokes dijalankan secara ketat. Apabila sudah ada orang tua yang menjemput diluar, maka masing-masing anak dipanggil melalui pengeras suara,”katanya. (sky)

Jogja Raya