RADAR JOGJA – Pemprov DIJ memastikan sudah mendapat kiriman vaksin AstraZeneca dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Jumlahnya 7.500 dosis. Vaksin itu siap digunakan untuk vaksinasi massal dalam waktu dekat.

Pada sisi lain, vaksin Sinovac juga masih tersedia beberapa ribu dosis. “Stok ada 7.500 dosis untuk dosis pertama,” kata Sekretaris Provinsi DIJ Kadarmanta Baskara Aji. Aji menjelaskan, untuk vaksin Sinovac di DIJ hanya tinggal beberapa ribu dan hanya untuk penyuntikan dosis kedua.

Mantan kepala Disdikpora DIJ ini memastikan AstraZeneca yang dikirim ke DIJ bukan termasuk vaksin yang ditahan sementara oleh Kemenkes. Menurutnya, AstraZeneca yang ditahan sementara itu merupakan AstraZeneca batch atau kumpulan produksi CTMAV547.

Vaksin itu baru dikirimkan ke Manado dan DKI Jakarta yang dilaporkan terjadi kejadian ikutan pasca-imunisasi atau KIPI. Sementara DIJ tidak termasuk di dalamnya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan vaksin AstraZeneca yang digunakan ini.

Rencananya vaksin AstraZeneca akan digunakan untuk vaksinasi massal dosis pertama yang akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan swasta di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Bantul, dalam waktu dekat. Sejauh ini diakuinya belum ada masyarakat yang mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca, kecuali untuk TNI-Polri dan selama ini juga tidak ada laporan KIPI.

Dia mengatakan AstraZeneca yang dikirim ke DIJ sudah mendapat jaminan dari Kemenkes dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun demikian Aji mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya KIPI dia meminta masyarakat untuk jujur saat screening vaksinasi Covid-19.

“Misalnya ada keluhan pada seseorang, pada saat mengisi data ya harus jujur. Penyintas yang belum tiga bulan, ya sampaikan bahwa saya kena positif belum tiga bulan, nanti dokter yang memutuskan, tensi saya tinggi, saya punya riwayat sakit gula, misalnya begitu. Tidak usah dirahasiakan, itu disampaikan saja, itu untuk mengurangi risiko,” tandasnya.

Gencarkan Vaksin Lansia Usai Lebaran

Usai libur Lebaran, pelaksanaan vaksinasi terhadap lanjut usia (lansia) terus digencarkan Pemkot Jogja. Warga lansia menjadi satu prioritas untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Ketua Harian Satgas Penganganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, vaksinasi bagi para tenaga pendidik di sekolah Kota Jogja sudah berhasil dituntaskan. Sebenarnya capaian vaksinasi bagi lansia di Kota Jogja sudah mencapai 70 persen dari target pemerintah.

“Lansia yang sudah mendaftar jumlahnya jauh di atas target. Harapan kami, semua bisa dituntaskan dengan ketersediaan vaksin yang kami miliki,” katanya.
Wakil Wali Kota Jogja ini menjelaskan, kini total fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) terdekat yang melayani vaksinasi Covid-19 mencapai 32 yang ditunjuk. Terlebih seluruh puskesmas berjumlah 18 unit mampu melayani vaksinasi. Sehingga, lansia sudah dimudahkan dalam mengakses vaksin.
“Jadi bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga lansia, kami minta untuk mendatangi fasilitas layanan kesehatan terdekat yang melayani vaksinasi Covid-19. Karena sudah dimudahkan,” ujarnya.

Sembari menyelesaikan proses vaksinasi bagi lansia, pendataan terhadap sasaran vaksin terus dilakukan yaitu bagi tokoh masyarakat, RT, RW, PKK serta para relawan di tiap kelurahan. Karena setelah libur Lebaran ini tidak hanya bagi lansia, vaksinasi yang lain juga terus digencarkan.

“Para guru yang mengajar di sekolah Kota Jogja juga sudah. Harapan kami ketika tahun ajaran baru nanti, semua sudah siap menggelar pembelajaran tatap muka. Termasuk para tokoh masyarakat di wilayah akan segera divaksin,” jelasnya.

HP menyebut vaksinasi yang difasilitasi oleh pemkot ini tidak semata berdasarkan domisili atau beridentitas Kota Jogja. Melainkan bagi masyarakat yang memang memiliki aktivitas sehari-hari di Kota Jogja. Meliputi pedagang pasar, ASN maupun pelayan publik yang bekerja di Kota Jogja tetapi menetap di kabupaten lain.

Sementara vaksin yang selama ini diberikan kepada masyarakat, mantan wartawan itu menjamin tidak menimbulkan gejala berat. Sebab, jenis vaksin yang digunakan Pemkot Jogja juga masih sama yaitu Sinovac. Sedangkan vaksin AstraZeneca yang sudah diterimanya sebanyak dua ribu dosis, belum dipergunakan.

“Vaksin AstraZeneca yang kami terima juga dipastikan aman. Nanti akan kami pakai untuk kalangan perbankan atau swasta, tapi bukan untuk gotong royong. Masih dari pemerintah,” tandasnya. (kur/wia/laz)

Jogja Raya