RADAR JOGJA – Protes keras terhadap Israel atas penyerangan terhadap Palestina terus mengalir termasuk dari Jogjakarta. Ribuan umat muslim dari berbagai organisasi masyarakat menggelar Aksi Bela Palestina di simpangempat Titik Nol Kilometer Jogjakarta.

Aksi ini sebagai bentuk dukungan moril kepada warga dan bangsa Palestina. Selain itu juga mengecam beragam bentuk kekerasan yang dilakukan oleh tentara Israel.

Ketua Presidium Forum Ukhuwah Islamyah (FUI) Syukri Fadholi menyerukan umat muslim untuk bersatu. Tujuan utamanya adalah guna mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Selain itu juga menyerukan tidak ada lagi aksi kekerasan yang terjadi di Masjid Al-Aqsa Jerusalem.

“Penjajahan zionis Israel di bumi Palestina sudah berlangsung lebih dari 70 tahun. Tak terhitung sudah penderitaan yang dialami oleh bangsa Palestina. Ini harus segera dihentikan,” jelasnya dalam aksi tersebut, Jumat (21/5).

Syukri mendorong agar bangsa dan pemerintah Indonesia tergerak. Untuk ikut andil dalam penghentian aksi penindasan tentara Israel kepada bangsa Palestina. Terlebih pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia.

Wujud dukungan terhadap bangsa Palestina dapat terwujud dalam beberapa sikap. Pertama adalah menggalang donasi bagi bangsa Palestina. Targetnya terkumpul hingga Rp 1 Miliar.

“Bangsa Indonesia tak boleh tinggal diam melihat penindasan ini. Apalagi pengakuan kemerdekaan Indonesia tahun 1945 salah satunya datang dari Palestina. Lalu pendahulu bangsa juga telah berkomitmen terhadap kemerdekaan bangsa Israel,” katanya.

Selain itu juga ada wujud sikap atas konflik Palestina. Pertama adalah mengutuk keras serangan brutal di Masjid Al-Aqsa. Aksi ini dinilai melanggar HAM dan resolusi PBB.

Poin kedua adalah meminta pemerintah Republik Indonesia secara aktif melakukan tindakan nyata. Pernyataan sikap melalui Organisasi Konferensi Islam (OKI), PBB dan Forum Internasional lainnya. Fokusnya adalah isu tentang kebrutalan Israel.

FUI, lanjutnya, juga mendesak seluruh negara anggota OKI bersikap tegas. Diawali dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Langkah ini sebagai wujud solidaritas kepada Palestina.

“Mendesak Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi kepada Israel, serta meminta Mahkamah Internasional melakukan pengadilan atas kejahatan perang negara Zionis ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, FUI juga mengajak masyarakat luas bersikap atas isu kemanusiaan ini. Cara paling sederhana adalah memboikot produk-produk perusahaan atau negara asing yang mendukung Israel. Cara ini menurutnya mampu menekan angka pemasukan atas produk yang dibeli.

“Lalu yang terakhir mengajak seluruh masyarakat memberikan doa dan dukungan bagi terwujudnya kemerdekaan Palestina dan memberikan donasi kemanusiaan,” ujarnya.

Aksi Bela Palestina ini berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.30. Ribuan peserta aksi memadati simpangempat Titik Nol Kilometer dari berbagai sisi. Arus kendaraan juga ditutup selama aksi berlangsung.

Aksi ditutup dengan salat Ashar berjamaah di simpangempat Titik Nol Kilometer. Lalu dilanjutkan dengan salat gaib. Merupakan wujud doa umat muslim kepada bangsa Palestina.

“Ditutup dengan salat berjamaah sebagai bentuk dukungan dan doa kami kepada bangsa Palestina. Peserta yang terlibat dalam aksi ini dari berbagai ormas yang terwadahi dalam Forum Ukhuwah Islamyah,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya